Archive Pages Design$type=blogging

TIPS KELUARGA : Trik Mengkritik Anak

Lakukan kritik dengan metode “Teguran Satu Menit” Setengah menit pertama : Tegur perilakunya.

Trik Mengkritik Anak

Oleh : Norhikmah, S.Tp.

Jika anak melakukan kesalahan, biasanya secara spontan guru akan terdorong untuk menegur agar anak segera memperbaiki serta tidak mengulangi perbuatannya. Namun kadang sulit bagi kita untuk menyampaikan kritik kepada anak, karena tanggapan anak seringkali di luar dugaan. Ada anak yang langsung menurut dan segera mengubah perilakunya. Namun ada yang melakukan pemberontakan dan ada pula yang tersinggung lalu menarik diri atau melancarkan aksi perang dingin. Tanggapan yang terakhir ini paling banyak dilakukan anak apabila dikritik oleh guru atau orangtuanya.

Mengkritik atau menunjukkan kesalahan anak memang bukan hal yang mudah. Pesan utama dari penyampaian kritik adalah agar anak menyadari kesalahan dan memperbaikinya, sehingga ketika dikritik anak tetap merasa nyaman, tidak perlu merasa bersalah berkepanjangan dan tidak memberi orang yang mengkritiknya karena tersudutkan.

Untuk bisa mengkritik anak dengan baik, hal-hal yang perlu diperlihatkan adalah:

Terlebih dahulu bisa membedakan antara perilaku dan pelaku.
“Pelaku” adalah individu anak yang sedang melakukan sesuatu. Sedang “perilaku” adalah kegiatan yang sedang dilakukannya. Misalnya Umar memukul kucing. Umar adalah pelaku sedang memukul kucing adalah perilaku anak.

Antara pelaku dan perilaku tidak selalu mempunyai konotasi yang sama.
Memukul kucing memang merupakan tindakan yang buruk tapi bukan berarti Umar adalah anak buruk. Anak tetap anak, sekalipun perilakunya buruk. Yang buruk adalah perilakunya, sementara pelakunya, yakni si anak sendiri adalah anak-anak yang baik yang berhak untuk di sayang dan dicintai.

Spesifik, bukan label
Kadang kita sulit membedakan antara memberi tahu tentang perilaku yang salah dengan memberi label tentang karakter kepribadiannya. Ketika di kelas anak terlihat malas mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, mungkin kita akan segera mengingatkan atau mengkritiknya. “Dari tadi kok belum selesai sih? Kamu memang pemalas!” Pada saat itu anak mungkin memang sedang malas, tapi kita tidak berhak memberinya label sebagai anak malas atau pemalas. Bisa jadi, label tersebut diartikan oleh anak sebagai anggapan bahwa ia selalu malas, dan tidak pernah rajin sama sekali. Label negatif yang diberikan guru kepada anak tersebut, bukan tidak mungkin akan membuat anak tersinggung dan sakit hati. Akibatnya tujuan kita mengkritik akan sulit terwujud. Sebaliknya jika kita mengatakan “Sudah cukup lama kamu mengerjakan ini, tapi belum selesai juga. Mengapa kamu hari ini terlihat malas? Bu guru yakin, Mbak bisa bekerja lebih cepat lagi.” Jadi selain kita beritahu secara spesifik tentang kesalahannya, kita juga perlu memotivasi agar ia bisa memperbaikinya.

Memantau progresnya.
Seringkali guru mengomentari perilaku anak didiknya hanya bila mereka melakukan kesalahan sementara jika mereka berbuat kebaikan jarang diakui dan diberi pujian. Ketika anak melakukan kesalahan, kita perlu menegurnya secara spesifik dan sesegera mungkin. Dengan demikian anak mengetahui dia pernah melakukan kesalahan dan juga pernah diakui bahwa ia pernah melakukan hal-hal yang baik. “Wah, bu guru senang, hari ini Mbak bersemangat belajarnya. Pasti tugasnya jadi cepat selesai.”

Lakukan kritik dengan metode “Teguran Satu Menit”
Setengah menit pertama : Tegur perilakunya.
Ketika seorang anak berbuat kesalahan, kita harus menegur “perilaku” tersebut, tanpa mencela “pelaku”nya. Anak harus mengerti letak kesalahannya dan mengetahui bahwa kita benar-benar marah, kecewa dan membenci perilaku yang baru saja dilakukannya, sebaiknya pada saat itu dengan sejelas-jelasnya.
Jangan diulang, diamkan beberapa detik.
Teguran cukup dilakukan sekali saja. Insya-Allah anak sudah bisa memahami perasaan kita. Kalau hal ini diulang-ulang justru akan menimbulkan kebosanan dan anak merasa di gurui. Dengan didiamkan beberapa detik, diharapkan dalam diri anak sendiri akan timbul perasaan yang tidak enak menghadapi “kemarahan” gurunya.

Setengah menit kedua : Hargai Pelakunya.
Menjadi orang yang dikritik bukanlah sesuatu yang menyenangkan. Oleh sebab itu pastikan anak masih tetap merasa nyaman berada di dekat kita meskipun dia pernah berbuat salah. Yakinkan kepadanya bahwa kita hanya tidak menyukai perilaku tertentunya bukan pribadinya. Yakinlah bahwa kita tetap menyayanginya karena mereka pada dasarnya adalah anak-anak yang sholih dan sholihah yang patut dipuji dan dihargai.

Norhikmah, S.Tp., Guru SDIT Hidayatullah, Sleman Yogyakarta

www.majalahfahma.com
Trik Mengkritik Anak


COMMENTS

Nama

alergi amandel ambeiyen anemia angin duduk antioksidan artikel asam lambung asam urat asi asma batu empedu batuk batut bau badan bau mulut bawang putih bayi benalu teh bengkuang beras kencur berat badan BERITA beser biduran binahong borok buah naga cacar cacar air cacingan ciplukan darah darah rendah darah tinggi datang bulan daun pandan daun salam daun sirsak dehidrasi demam berdarah diabetes diare diet disentri efek samping empedu epilepsi flu garam gigi GINJAL gula darah haid hepatitis hernia hikmah hipertensi hormon humor idul fitri imun imunitas infeksi INFO insomnia islam jahe jamu jantung jerawat jeruk nipis kandung kemih kandungan kanker kanker ovarium karbohidrat kayu manis kecantikan kelapa ijo kemangi kembung kencing manis keputihan kista klit manggis kolestefol kolesterol koleterol kopi koreng kulit kuman kunyit kutu lambung langsing ldl lemak lemon lever limpa lipoma maag madu malaria manggis massages masuk angin mata megkudu melahirkan menstruasi miana migrain minyak motivasi nafsu makan nyeri obesitas otak OVARIUM panas dalam paru-paru pencernaan PEPAYA peredaran darah perut perut kembung pijit pinggang pisang PROMOSI prostat protein radang radang gusi rambut REFLEKSI rematik resep rhematik rokok sakit kepala salak santri saraf sariawan sebah seks SELINGAN sembelit senam kegel serat serviks sirih merah stamina stres stress stroke sukun susu tekanan darah tekokak timun tips tips ibu hamil trigliserida tulang tumor urut usus vertigo video vitamin wajah wasir wortel YOGA zaitun
false
ltr
item
Sehat Itu NIKMAT: TIPS KELUARGA : Trik Mengkritik Anak
TIPS KELUARGA : Trik Mengkritik Anak
Lakukan kritik dengan metode “Teguran Satu Menit” Setengah menit pertama : Tegur perilakunya.
https://3.bp.blogspot.com/-hzIVPD8RD6M/WODAmk9GTVI/AAAAAAABGiA/ddKODD59H0UqtZFhA0rjb8xYE6wSDXUZQCLcB/s1600/FB_IMG_1491124273309.jpg
https://3.bp.blogspot.com/-hzIVPD8RD6M/WODAmk9GTVI/AAAAAAABGiA/ddKODD59H0UqtZFhA0rjb8xYE6wSDXUZQCLcB/s72-c/FB_IMG_1491124273309.jpg
Sehat Itu NIKMAT
http://sehatunikmat.blogspot.com/2017/04/trik-mengkritik-anak-oleh-norhikmah-s.html
http://sehatunikmat.blogspot.com/
http://sehatunikmat.blogspot.com/
http://sehatunikmat.blogspot.com/2017/04/trik-mengkritik-anak-oleh-norhikmah-s.html
true
4521513147045907937
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago