Archive Pages Design$type=blogging

MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA ,Sebuah catatan (panjang)

MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA Sentimen dan kebencian terhadap suku / etnis Cina pada sebagian masyarakat Indonesia termasuk di kalangan berpendidikan tinggi dan yang merasa mengerti agama (Islam) begitu tinggi dan membuncah.

Sebuah catatan (panjang)
----------------------------------------
MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA

Sentimen dan kebencian terhadap suku / etnis Cina pada sebagian masyarakat Indonesia termasuk di kalangan berpendidikan tinggi dan yang merasa mengerti agama (Islam) begitu tinggi dan membuncah.

Orang Cina, si mata sipit di anggap sebagai sosok non pribumi kafir, kaum pendatang yang berbeda dan sebagai komunitas eksklusif yang dianggap hanya mementingkan kelompoknya saja.

Orang Cina menjadi kaya atau sukses dianggap karena mereka dulu adalah penjilat kepada penjajah sehingga secara turun temurun menjadi kaya, dan akhirnya banyak menjadi konglomerat seperti saat sekarang ini.

Dalam diskusi diskusi, komunikasi di sosial media apalagi, Cina sering jadi hujatan dan kambing hitam. Buruk dan negatif sudah menjadi predikat kepada Cina. Baik personil nya maupun kepada negara leluhurnya.

Meski sama sama tergolong non pribumi, beda dengan Arab atau pun India, Cina lebih tinggi rasa ketidaksukaan dan retensinya. Cina dianggap tidak ada kaitannya dengan dengan Islam, tidak seperti Arab sehingga banyak sentimen rasial yang muncul dan terus terpatri.

--------------------

BEGITU LAH pikiran dan stigma yang melekat di benak sebagian masyarakat kita, tidak hanya di kalangan awam tetapi juga di kalangan golongan yang berpendidikan tinggi, dan bahkan di kalangan yang mengaku dan merasa agamanya lebih tinggi.

Di diskusi diskusi di forum grup sosial media ada istilah: taikers, cina kafir, statement: seandainya orang cina tidak ada di negeri ini... . Dan sampai ada komentar : enyah lah Cina dari bumi pertiwi ini. Usir Cina dari negara kita dst dst...

-------------------------

Benarkah Cina itu kafir? Benarkah Cina tidak ada hubungan dengan Islam apalagi berkontribusi terhadap Islam / agama Islam di Indonesia ?

Berikut beberapa catatan tentang Cina/ orang Cina yang saya rangkum dari beberapa sumber, plus beberapa foto sebagai lampiran khusus keterkaitannya dengan Islam.

1. Sejarah kita banyak menuliskan bahwa penyebar agama Islam di Indonesia adalah orang Arab, Persia dan Gujarat (India). Padahal tidak hanya itu. Orang Cina juga sebagai penyebar agama Islam di Indonesia.

2. Menurut Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) hal demikian adalah propaganda VOC dahulu yang berhasil menjauhkan muslim asli Tionghoa di tanah Nusantara dari Islam.

3. Adalah Laksamana Cheng Ho, seorang petualang perwira tinggi muslim Cina (Abad 13 M) yang dinilai oleh para sejarawan sebagai penyebar agama Islam paling aktif di Nusantara.

4. Tercatat Laksamana Cheng Ho 7x melakukan Pelayaran Ke Indonesia dalam kurun Waktu 1405 M - 1433 M dengan sekaligus menyebarkan agama Islam Di Nusantara.

5. Ketika ke Samudera Pasai, ia memberi lonceng raksasa "Cakra Donya" kepada Sultan Aceh, yang kini tersimpan di museum Banda Aceh.

6. Tahun 1415, Cheng Ho berlabuh di Muara Jati (Cirebon), dan menghadiahi beberapa cindera mata khas Tiongkok kepada Sultan Cirebon. Salah satu peninggalannya, sebuah piring yang bertuliskan ayat Kursi masih tersimpan di Keraton Kasepuhan Cirebon.

7. Beberapa literatur sejarah pun menuliskan bahwa di Sriwijaya telah banyak orang-orang muslim dari daratan Cina yang menetap dan menyebarkan agama Islam di sana (bisa jadi kenapa orang Palembang mirip mirip atau seperti Cina).

8. Jika ditelusuri lebih dalam, maka kita akan menemukan bahwa sesungguhnya para Wali Songo yang merupakan penyebar Islam di tanah Jawa sejatinya rata-rata berdarah Cina.

9. Dan bisa jadi di antara kita yang muslim saat ini adalah dari keturunan yang dulu adalah karena peran orang orang Cina yang menyebarkan Islam ke Indonesia seperti Wali Songo tersebut. Bisa jadi. Bersyukurlah kita, meski kita tidak menyadari dan tidak tahu, kita muslim karena peran orang Cina terdahulu.

10. Penjajah Eropa lah yang membuat banyak orang Tionghoa di Indonesia murtad dari Islam

11. Pertumbuhan Muslim Tionghoa di Indonesia semakin pesat, khususnya di Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Bidang Kesra DPP Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Budijono.

12. Di Jakarta saja jumlah Muslim Tionghoa saat ini sudah ratusan ribu orang. Perkiraan PITI, 15 persen dari jumlah penduduk Indonesia adalah warga negara Indonesia keturunan Tionghoa dan sebanyak lima persen dari 15 persen tersebut adalah Muslim. (Bila penduduk Indonesia 250jt, maka perkiraan WNI keturunan Cina yang muslim ada sekitar 5,6 juta orang).

13. Islam sudah masuk ke Cina sejak 1.400 tahun lalu ketika Said bin Abu Waqos membangun Mesjid di Guangzhou, Cina. Sementara di Indonesia, Islam baru masuk 700 tahun lalu.

14. Jadi sebenarnya di Cina, Islam sudah lebih dulu berkembang dan dianut puluhan juta orang. Kalau ada yang memisahkan antara keturunan Cina dengan warga Indonesia yang lain itu sebenarnya hanya politik penjajah untuk adu domba Cina-pribumi di masa lalu.

15. Istilah ‘baju koko’ bagi pakaian pria untuk shalat, sebenarnya merupakan kosakata yang berasal dari kalangan orang Tionghoa.

16. Komunitas Muslim Tionghoa di Indonesia terkumpul dalam sebuah wadah organisasi bernama Pembina Iman Tauhid Indonesia (PITI). Dulu, PITI adalah singkatan dari Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.

17. Pergantian nama itu terjadi karena ada ketakutan terhadap hal-hal yang berbau Tionghoa. Begitulah orang orang yang tidak ingin warga Tionghoa bersatu dengan pribumi meski sesama muslim sekali pun.

18. PITI memiliki program pertukaran ulama antara Muslim keturunan Cina di Indonesia dan masyarakat Muslim di Cina. Mereka memiliki korps Mubaligh yang berdakwah untuk kalangan Tionghoa Indonesia. Banyak dari mereka ini masih cadel bahasa Indonesia karena biasa berbahasa Cina, tapi bahasa Arabnya juga jago.

19. PITI menolak persepsi sebagian orang selama ini yang menganggap bahwa etnis Tionghoa identik dengan non-Muslim. ”Tidak benar kalau etnis Tionghoa identik dengan non-Muslim dan cenderung eksklusif. Itu adalah produk kolonial Belanda yang diteruskan oleh pemerintah RI. Dan paradigma atau stigma itu dibawa terus sampai sekarang.

20. Stigma semacam ini merupakan akibat jangka panjang dari penerapan politik devide et impera yang dilakukan Belanda. Akibatnya kalangan non-pribumi menjadi kelompok terpisah dari kalangan pribumi. Hal tersebut dapat dilihat dalam Regeringsreglement tahun 1854, masyarakat Hindia Belanda dibagi dalam tiga golongan besar, yaitu Europeanen (golongan Eropa), Vreemde Oosterlingen (Timur Asing), dan Inlander (pribumi).

21. Cina termasuk bangsa di luar Arab yang mengenal Islam lebih awal. Ajaran Islam pertama kali tiba di China pada sekitar tahun 615 M.

22. Disebutkan dalam berbagai literatur sejarah, Khalifah Utsman bin Affan yang menugaskan Sa’ad bin Abi Waqqash untuk membawa ajaran Islam ke daratan Cina. Bahkan beberapa meyakini Sa’ad meninggal dunia di Cina pada tahun 635 M, dan kuburannya dikenal sebagai Geys’ Mazars.

23. Pakar Studi Islam, Universitas Hawaii, Profesor James D Frankel punya kesan mendalam saat mengunjungi Cina. Di sana, ia menemukan pengalaman unik tentang Cina dan Muslim.

24. Frankel mengatakan meski sulit menghitung jumlah muslim di Cina, namun para ahli menduga ada lebih dari 100 juta muslim di Cina. Dari 100 juta, sebagian besar merupakan etnis Hui, yang secara historis memiliki keterkaitan langsung dengan peradaban Islam dan Cina.

25. Sebagai catatan tambahan, berikut kontribusi Cina / orang Cina berupa hasil ilmu pengetahuan dari Cina untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia seperti : tahu, taucho, taoge, kembang tahu, mie, bihun, kuetiau, kecap, ragi, bakpao, baso, bakpia, capcay, proses fermentasi, kertas, tenun, kain sutra, keramik, porselen, guci dari tanah, kembang api dan mercon.

---------------------------------------

Jadi, masihkah kita membenci Cina karena Cina nya? Mencap dan mengeneralisir Cina itu adalah kafir?

Masihkah kita berpikir bahwa Cina tidak memberi kontribusi terhadap Islam dan perkembangan Islam di negeri kita, dan tidak ikut membantu perkembangan peradaban negara kita?

Bahkan kafir pun bila mereka hidup damai, menghargai dan saling menjaga aturan, kita tidak boleh membenci, menghujat dan memusuhinya.

Benci lah karena perkataan ya salah , tidak sukalah karena perbuatan dan kelakuan yang tidak benar .

Bukan karena Cina nya, bukan juga hanya kepada Cina, tetapi kepada semua yang melakukan hal yang tidak benar. Entah itu Cina, pribumi, beda agama, satu agama, beda suku, satu suku, dsb. Lakukan dengan cara yang benar.

Dan itu pun kita tidak serta merta memusuhi. Beri peringatan, saling mengingatkan. Beri ajakan, saling mengajak kepada yang baik.

Karena Islam tidak mengajarkan kebencian. Karena Islam mengajarkan kedamaian, rahmat bagi sekalian alam.

Dan kenapa takut dengan Cina? Sejatinya mereka juga punya peradaban yang lebih tinggi dan lebih dulu jauh sebelum sebelumnya. Hidup ini penuh aturan, etika dan tata krama.

Kalau pun mereka yang Cina bukan muslim, mereka adalah saudara dalam kemanusiaan, sebagaimana juga teman teman sekolah, teman kuliah, tetangga dan kawan kolega kita lain yang non muslim lainnya yang bukan Cina di negeri ini.

Dan... dan apalagi bila kita tahu Rudy Hartono, Liem Swie king, Susi Susanti, Alan Budi Kusuma , Chris John, Daud Jordan, Richard Sambera, Rio Haryanto dan sederetan panjang olahragawan lainnya yang mengharumkan negara Indonesia.

Belum lagi sederetan pelajar pelajar peraih medali emas Fisika Internasional, peraih medali Matematika Internasional dst dst yang membuat negara Indonesia dikenal dan dikagumi dunia. Dan begitu banyak lainnya yang tidak bisa diuraikan satu - persatu. .

Apa kontribusi kita ke negara, di kancah Internasional? Kita sibuk berkoar koar di sosial media, menjelek jelekan sekaligus seperti orang phobia tetapi juga setengah liar menyuarakan rasisme dan kebencian?? Hebat kah kita? Tidak malu??

Mari bermuhasabah, mari merefleksi diri. Lihat perbedaan sebagai kekuatan untuk menyatukan. Jauhkan benci, lapangkan hati.

(Salam Damai) by Ferry Admi Ral







MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA ,Sebuah catatan (panjang)








COMMENTS

Nama

alergi amandel ambeiyen anemia angin duduk antioksidan artikel asam lambung asam urat asi asma batu empedu batuk batut bau badan bau mulut bawang dayak bawang putih bayi benalu teh bengkuang beras kencur berat badan BERITA beser biduran binahong borok buah naga cacar cacar air cacingan ciplukan darah darah rendah darah tinggi datang bulan daun pandan daun salam daun sirsak dehidrasi demam berdarah diabetes diare diet disentri efek samping empedu epilepsi flu gagal ginjal garam gigi GINJAL gula darah haid hepatitis hernia hikmah hipertensi hormon humor idul fitri imun imunitas infeksi INFO insomnia islam jahe jamu jantung jerawat jeruk nipis kandung kemih kandungan kanker kanker ovarium karbohidrat kayu manis kecantikan kelapa ijo kemangi kembung kencing manis keputihan kista klit manggis kolestefol kolesterol koleterol kopi koreng kulit kuman kunyit kutu lambung langsing ldl lemak lemon lever limpa lipoma LUCU maag madu malaria manggis massages masuk angin mata megkudu melahirkan menstruasi miana migrain minyak motivasi nafsu makan nyeri obesitas otak OVARIUM panas dalam paru-paru pencernaan PEPAYA peredaran darah perut perut kembung pijit pinggang pisang promo PROMOSI prostat protein radang radang gusi rambut REFLEKSI rematik resep rhematik rokok sakit kepala salak santri saraf sariawan sebah seks SELINGAN sembelit senam kegel serat serviks sirih merah stamina stres stress stroke sukun susu tekanan darah tekokak timun tips tips ibu hamil trigliserida tulang tumor urut usus vco vertigo video vitamin wajah wasir wortel YOGA zaitun
false
ltr
item
Sehat Itu NIKMAT: MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA ,Sebuah catatan (panjang)
MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA ,Sebuah catatan (panjang)
MEMBENCI CINA DAN TAKUT KEPADA CINA Sentimen dan kebencian terhadap suku / etnis Cina pada sebagian masyarakat Indonesia termasuk di kalangan berpendidikan tinggi dan yang merasa mengerti agama (Islam) begitu tinggi dan membuncah.
https://lh3.googleusercontent.com/-DigyQE56RVo/WEVKpn4X1RI/AAAAAAAA-iM/PSUPpHZvvCc/s640/%25255BUNSET%25255D.jpg
https://lh3.googleusercontent.com/-DigyQE56RVo/WEVKpn4X1RI/AAAAAAAA-iM/PSUPpHZvvCc/s72-c/%25255BUNSET%25255D.jpg
Sehat Itu NIKMAT
http://sehatunikmat.blogspot.com/2016/12/membenci-cina-dan-takut-kepada-cina.html
http://sehatunikmat.blogspot.com/
http://sehatunikmat.blogspot.com/
http://sehatunikmat.blogspot.com/2016/12/membenci-cina-dan-takut-kepada-cina.html
true
4521513147045907937
UTF-8
Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago