Duhai Pemimpin yang kami banggakan, Harus ada keberanian menempatkan seseorang sesuai kapasitas & reputasinya agar misi lembaga tereali...
Duhai Pemimpin yang kami banggakan,
Harus ada keberanian menempatkan seseorang sesuai kapasitas & reputasinya agar misi lembaga terealisasikan sesuai visinya.
Bila terindikasikan ada, maka sumber penyakit yang menghambat pencapaian misi harus diberantas tuntas.
Melumpuhkan kadang harus dilakukan dan itu lebih baik daripada membiarkannya menjadi virus merusak yang akan membusukkan citra lembaga.
Janganlah membiarkan segelintir orang yang menghalalkan segala cara demi ambisi perut dan kuasa malah merajalela. Mereka harus dilumpuhkan permanen bahkan dimasukkan ke dalam peti kosong. Kejahatannya itu merugikan sangat banyak orang yang seharusnya mendapatkan hak-haknya. Selesaikan mereka.
BIASAKAN MENYELESAIKAN TUNTAS MASALAHNYA, BUKAN MEMINDAHKAN MASALAH KE TEMPAT LAIN.
Setiap lembaga pasti mengalami pasang surut kesuksesan. Konflik pasti ada, namun Kepemimpinan, teknik motivasi, dan kerjasama tim yang solid dapat menghambat laju, bahkan menahan potensi pembusukan yang dilakukan oleh pelaku yang justru berada dalam satu lembaga.
Mampu berdiri tegak dan berjalan lurus itu biasanya berkat pengalaman hidup maupun berbagai ujian berat yang sukses diselesaikannya. Guru terbaik memang pengalaman langsung bukan mendengar cerita sukses semata.
Pemimpin harus berani hadapi potensi dicelakakan oleh pelaku kejahatan di lembaga yang ia pimpin. Siapkan pasukan yang loyal, kuat, berani, dan sedia bergerak menunaikan tugas atas nama kehormatan lembaga.
Berani menempatkan apapun & siapapun dengan adil memang berisiko dibuat sakit, celaka, bahkan mungkin dibunuh karakter atau nyawanya oleh para pelaku yang merasa terancam. Selama mengikuti aturan yang berlaku dan jelas landasannya, maka beranilah mengambil resiko demi keadilan dan kebaikan.
Tegaskan: KAMI TIDAK TAKUT, karena yakin ALLAH MAHA ADIL, MAHA HEBAT, dan MAHA AGUNG (atas segala rencanaNYA).
INGATLAH! ENGKAU ADALAH PEMIMPIN BUKAN PEMIMPI.
Ciputat, 9 Agustus 2017
===================
Catatan untuk Cinta:
Selamat! Anda sudah masuk peti kosong. Nikmatilah hingga akhirmu tiba. Setiap aksi ada konsekuensi. Anda sudah memilih dan sudah sering bahkan begitu lama telah melakukannya, terimalah konsekuensinya. Jangan mengemis begitu ah. Malu maluin.
Selamat! Peti kosong itu semoga memberi nyaman. Kalau tidak tahan, keluarlah pergi dan jangan pernah kembali. Mulailah kebaikan di tempat lain yang baru nanti.
Repost dari FB https://www.facebook.com/andikey.kristianto
Harus ada keberanian menempatkan seseorang sesuai kapasitas & reputasinya agar misi lembaga terealisasikan sesuai visinya.
Bila terindikasikan ada, maka sumber penyakit yang menghambat pencapaian misi harus diberantas tuntas.
Melumpuhkan kadang harus dilakukan dan itu lebih baik daripada membiarkannya menjadi virus merusak yang akan membusukkan citra lembaga.
Janganlah membiarkan segelintir orang yang menghalalkan segala cara demi ambisi perut dan kuasa malah merajalela. Mereka harus dilumpuhkan permanen bahkan dimasukkan ke dalam peti kosong. Kejahatannya itu merugikan sangat banyak orang yang seharusnya mendapatkan hak-haknya. Selesaikan mereka.
BIASAKAN MENYELESAIKAN TUNTAS MASALAHNYA, BUKAN MEMINDAHKAN MASALAH KE TEMPAT LAIN.
Setiap lembaga pasti mengalami pasang surut kesuksesan. Konflik pasti ada, namun Kepemimpinan, teknik motivasi, dan kerjasama tim yang solid dapat menghambat laju, bahkan menahan potensi pembusukan yang dilakukan oleh pelaku yang justru berada dalam satu lembaga.
Mampu berdiri tegak dan berjalan lurus itu biasanya berkat pengalaman hidup maupun berbagai ujian berat yang sukses diselesaikannya. Guru terbaik memang pengalaman langsung bukan mendengar cerita sukses semata.
Pemimpin harus berani hadapi potensi dicelakakan oleh pelaku kejahatan di lembaga yang ia pimpin. Siapkan pasukan yang loyal, kuat, berani, dan sedia bergerak menunaikan tugas atas nama kehormatan lembaga.
Berani menempatkan apapun & siapapun dengan adil memang berisiko dibuat sakit, celaka, bahkan mungkin dibunuh karakter atau nyawanya oleh para pelaku yang merasa terancam. Selama mengikuti aturan yang berlaku dan jelas landasannya, maka beranilah mengambil resiko demi keadilan dan kebaikan.
Tegaskan: KAMI TIDAK TAKUT, karena yakin ALLAH MAHA ADIL, MAHA HEBAT, dan MAHA AGUNG (atas segala rencanaNYA).
INGATLAH! ENGKAU ADALAH PEMIMPIN BUKAN PEMIMPI.
Ciputat, 9 Agustus 2017
===================
Catatan untuk Cinta:
Selamat! Anda sudah masuk peti kosong. Nikmatilah hingga akhirmu tiba. Setiap aksi ada konsekuensi. Anda sudah memilih dan sudah sering bahkan begitu lama telah melakukannya, terimalah konsekuensinya. Jangan mengemis begitu ah. Malu maluin.
Selamat! Peti kosong itu semoga memberi nyaman. Kalau tidak tahan, keluarlah pergi dan jangan pernah kembali. Mulailah kebaikan di tempat lain yang baru nanti.
Repost dari FB https://www.facebook.com/andikey.kristianto
Loading...
