Kalau anda merasa dekat dengan pejabat atau artis bolehlah dipamerkan, tapi kedekatan dengan Tuhan tidak untuk dipamerkan. Kenapa? Begini pe...
Kalau anda merasa dekat dengan pejabat atau artis bolehlah dipamerkan, tapi kedekatan dengan Tuhan tidak untuk dipamerkan. Kenapa? Begini penjelasannya :
1. Kedekatan dengan sesama manusia itu hal yg wajar: bisa selfie, saling mention atau follback. Pejabat, tokoh atau artis itu juga manusia, sama dengan kita
2. Relasi dengan sesama via medsos itu fitrah kita selaku manusia utk saling mengenal, bekerjasama, dan silaturahmi, jadi silahkan ditunjukkan di publik
3. Namun relasi dengan Tuhan itu berbeda. Tidak untuk diumbar apalagi dipamerkan via medsos, mengapa demikian? Karena ini soal hati yang paling dalam
4. Semakin dekat anda dengan Tuhan, semakin anda hendak merahasiakannya. Semakin merunduk dan semakin merendahkan diri serendah-rendahnya
5. Kalau pejabat/artis butuh dukungan anda sebagai konstituten atau fans, Tuhan tidak butuh anda sebagai hamba apalagi kekasih. Kitalah yg membutuhkan-Nya
6. Tuhan terlepas dari sebab akibat. Tuhan tidak dibebani kewajiban mengabulkan pinta hanya karena kita rajin beribadah.
7. Sejak kapan Tuhan bisa disogok oleh ibadah kita yang nggak ada apa-apanya itu, atau oleh keluh kesah kita yg berisik itu? Tuhan bebas semau Dia
8. kita tidak bisa mengklaim peristiwa ini dan itu terjadi karena doa dan ibadah kita, maka kita tidak bisa pamer terkabulnya doa kita di medsos
9. Mengklaim terkabulnya doa atau pamer kedekatan dengan Tuhan itu justru pagar ke-akuan diri yang bukannya kita hancurkan tapi malah kita tinggikan
10. Agama mengajarkan doa kebaikan, kita malah mendoakan orang lain celaka di medsos. Agama mengajarkan kita menebar rahmat, bukan laknat
11. Celakanya bukan saja pamer merasa dekat dengan Tuhan, kita juga bersorak atas musibah org lain, seolah Allah mengazabnya. Tahu dari mana bro/sis?
12. Tidak ada yang bisa memastikan musibah itu sebagai cobaan atau azab. Tidak ada yang bisa memastikan sukses atau gagal itu akibat doa kita atau orang lain
13. Maka dibutuhkan kerendahan hati untuk mendekati Sang Maha Tinggi. Kita harus kosong dari keinginan agar hati kita dipenuhi oleh kehendakNya
14. Siapa yang memelihara keinginannya, maka setan akan mengendarainya. Siapa yang berserah diri padaNya, maka Allah akan membimbingnya
15. Siapa yang merasa dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan menjauh darinya. Siapa yang merasa suci, maka sejatinya dia sangat kotor.
16. Semakin dekat kita dengan Tuhan, akan semakin kita merasa kotor, bukan merasa suci; semakin merasa tidak layak, bukan malah pamer koar-koar di medsos
17. Yang merasa bertindak atas namaNya, akan dihinakanNya. Yang merasa hamba padaNya, akan diangkat ke tempat yang mulia
18. Yang merasa bodoh, akan ditambahi ilmuNya. Yang merasa tahu segalanya, akan dipermalukanNya. Yang merasa faqir, akan diberi.
19. Sekali lagi, jebakan setan itu amat tipis. Kedekatan dengan Tuhan tidak bisa dipamerkan. Itu rahasia antara kita dengan Tuhan.
20. Kalau anda pamer rahasia anda dengan Tuhan, artinya anda tidak merasa cukup denganNya, anda seolah masih butuh pengakuan org lain
21. Anda butuh pengakuan orang lain bahwa anda dekat dengan tokoh ternama, maka anda pamerkan, tapi anda tidak boleh pamer kedekatan anda dengan Tuhan
22. Semoga bulan puasa ini kita semakin menyembunyikan diri kita dalam peluk mesra-Nya. Puasa itu ibadah sunyi. Latihan merahasiakan hubungan kita dengan Tuhan
Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD, dosen tetap pada Fakultas Hukum Monash University Australia
1. Kedekatan dengan sesama manusia itu hal yg wajar: bisa selfie, saling mention atau follback. Pejabat, tokoh atau artis itu juga manusia, sama dengan kita
2. Relasi dengan sesama via medsos itu fitrah kita selaku manusia utk saling mengenal, bekerjasama, dan silaturahmi, jadi silahkan ditunjukkan di publik
3. Namun relasi dengan Tuhan itu berbeda. Tidak untuk diumbar apalagi dipamerkan via medsos, mengapa demikian? Karena ini soal hati yang paling dalam
4. Semakin dekat anda dengan Tuhan, semakin anda hendak merahasiakannya. Semakin merunduk dan semakin merendahkan diri serendah-rendahnya
5. Kalau pejabat/artis butuh dukungan anda sebagai konstituten atau fans, Tuhan tidak butuh anda sebagai hamba apalagi kekasih. Kitalah yg membutuhkan-Nya
6. Tuhan terlepas dari sebab akibat. Tuhan tidak dibebani kewajiban mengabulkan pinta hanya karena kita rajin beribadah.
7. Sejak kapan Tuhan bisa disogok oleh ibadah kita yang nggak ada apa-apanya itu, atau oleh keluh kesah kita yg berisik itu? Tuhan bebas semau Dia
8. kita tidak bisa mengklaim peristiwa ini dan itu terjadi karena doa dan ibadah kita, maka kita tidak bisa pamer terkabulnya doa kita di medsos
9. Mengklaim terkabulnya doa atau pamer kedekatan dengan Tuhan itu justru pagar ke-akuan diri yang bukannya kita hancurkan tapi malah kita tinggikan
10. Agama mengajarkan doa kebaikan, kita malah mendoakan orang lain celaka di medsos. Agama mengajarkan kita menebar rahmat, bukan laknat
11. Celakanya bukan saja pamer merasa dekat dengan Tuhan, kita juga bersorak atas musibah org lain, seolah Allah mengazabnya. Tahu dari mana bro/sis?
12. Tidak ada yang bisa memastikan musibah itu sebagai cobaan atau azab. Tidak ada yang bisa memastikan sukses atau gagal itu akibat doa kita atau orang lain
13. Maka dibutuhkan kerendahan hati untuk mendekati Sang Maha Tinggi. Kita harus kosong dari keinginan agar hati kita dipenuhi oleh kehendakNya
14. Siapa yang memelihara keinginannya, maka setan akan mengendarainya. Siapa yang berserah diri padaNya, maka Allah akan membimbingnya
15. Siapa yang merasa dekat dengan Tuhan, maka Tuhan akan menjauh darinya. Siapa yang merasa suci, maka sejatinya dia sangat kotor.
16. Semakin dekat kita dengan Tuhan, akan semakin kita merasa kotor, bukan merasa suci; semakin merasa tidak layak, bukan malah pamer koar-koar di medsos
17. Yang merasa bertindak atas namaNya, akan dihinakanNya. Yang merasa hamba padaNya, akan diangkat ke tempat yang mulia
18. Yang merasa bodoh, akan ditambahi ilmuNya. Yang merasa tahu segalanya, akan dipermalukanNya. Yang merasa faqir, akan diberi.
19. Sekali lagi, jebakan setan itu amat tipis. Kedekatan dengan Tuhan tidak bisa dipamerkan. Itu rahasia antara kita dengan Tuhan.
20. Kalau anda pamer rahasia anda dengan Tuhan, artinya anda tidak merasa cukup denganNya, anda seolah masih butuh pengakuan org lain
21. Anda butuh pengakuan orang lain bahwa anda dekat dengan tokoh ternama, maka anda pamerkan, tapi anda tidak boleh pamer kedekatan anda dengan Tuhan
22. Semoga bulan puasa ini kita semakin menyembunyikan diri kita dalam peluk mesra-Nya. Puasa itu ibadah sunyi. Latihan merahasiakan hubungan kita dengan Tuhan
Dr. H. Nadirsyah Hosen, LLM, MA (Hons), PhD, dosen tetap pada Fakultas Hukum Monash University Australia
Loading...
