Sarî as-Saqathî berkata, “Sejak 30 tahun lamanya saya terus beristighfar memohon ampun kepada Allah gara-gara satu ucapan saya, ‘Alhamdulill...
Sarî as-Saqathî berkata, “Sejak 30 tahun lamanya saya terus beristighfar memohon ampun kepada Allah gara-gara satu ucapan saya, ‘Alhamdulillah.’”
“Mengapa kok begitu?” tanya orang-orang heran.
Dia lalu menceritakan: “Suatu ketika di Baghdad terjadi kebakaran. Seseorang mengabari saya, ‘Toko Anda selamat.’ Spontan saja ketika itu saya mengucapkan Alhamdulillah. Sejak saat itu saya menyesal, karena saya hanya menghendaki kebaikan untuk diri sendiri tanpa memedulikan orang lain.” [Al-Wâfî bi al-Wafayât]
Bagaimana sikap kita saat menyaksikan warga sekitar kita terkena kebakaran, dilanda banjir, atau ditimpa musibah lainnya?
Jangan2 banjir di jakarta akhir2 ini bikin sebagian orang bersyukur secara politis (nyukurin?). Ah, kok jangan2. Jangan suuzon, Ah!
Re-post from fb https://www.facebook.com/qamaruddin.sf

“Mengapa kok begitu?” tanya orang-orang heran.
Dia lalu menceritakan: “Suatu ketika di Baghdad terjadi kebakaran. Seseorang mengabari saya, ‘Toko Anda selamat.’ Spontan saja ketika itu saya mengucapkan Alhamdulillah. Sejak saat itu saya menyesal, karena saya hanya menghendaki kebaikan untuk diri sendiri tanpa memedulikan orang lain.” [Al-Wâfî bi al-Wafayât]
Bagaimana sikap kita saat menyaksikan warga sekitar kita terkena kebakaran, dilanda banjir, atau ditimpa musibah lainnya?
Jangan2 banjir di jakarta akhir2 ini bikin sebagian orang bersyukur secara politis (nyukurin?). Ah, kok jangan2. Jangan suuzon, Ah!
Re-post from fb https://www.facebook.com/qamaruddin.sf

Loading...