GAJAH MATI MENINGGALKAN GADING MANUSIA MATI MENINGGALKAN NAMA. (Dia adalah putra manggarai asli cibal - kuwu) Disaat orang lain ingin m...
GAJAH MATI MENINGGALKAN GADING
MANUSIA MATI MENINGGALKAN NAMA.
(Dia adalah putra manggarai asli cibal - kuwu)
Disaat orang lain ingin membunuh ternyata masih ada juga yang rela mati demi orang lain
Jujur kalo saya jadi dia saya mungkin akan berpikir 100 kali lipat sebelum melakukan perbuatan mulia itu
Ini adalah Martir yang sebenarnya
Kalo ada rangking perbuatan baik mungkin yang 1 ini layak untuk rangking 1
Andaikan kunci pintu surga di tangan saya,,,udah pasti duplikat dan kunci serep nya saya kasih ke kamu bung jac
Semoga engaku mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan sudah menjadi inspirasi buat banyak orang melalui tidakkan bukan hanya perkataan ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
JAKARTA, Musibah terbakarnya KM Zuhro Express saat berlayar menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, meninggalkan beberapa cerita heroik.
Satu di antaranya adalah kisah Jackson Wilmas yang menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.
Jackson yang berusia sekitar 40 tahun itu meninggal karena tenggelam setelah loncat ke laut lepas saat kapal yang ditumpanginya bersama ratusan penumpang lain terbakar.
Hal itu diungkapkan Hekson, di depan Posko Ante Mortem, Rumah Sakit Polri Dr Soekamto Kramatjati. Hekson mengaku sebagai adik kandung Jackson.
Hekson yang tinggal di Pondok Aren, Tangerang Selatan itu, menyebutkan cerita mengenai kakaknya saat kapal terbakar diketahui dari penumpang lain yang selamat.
Hekson menuturkan, Jackson bekerja di sebuah kafe di Bogor. Pada Minggu (1/1/2017), Jackson berangkat menuju Pulau Tidung untuk berlibur dengan rekan-rekan kerjanya.
Saat kapal mulai mengeluarkan asap, Jackson yang telah menggunakan pelampung badan seketika meloncat.
Ketika banyak penumpang lain yang juga loncat dari kapal tidak mengenakan pelampung, Jackson kemudian menyerahkan pelampung yang dikenakannya kepada penumpang lain.
"Dia sebenarnya sudah pakai pelampung, tapi diberikan ke seorang perempuan yang sedang hamil di laut," karena tidak tega melihat wanita hamil sedang memperjuangkan hidpunya apa lagi sedang hamil
Akibat pengorbanannya memberikan pelampung pada penumpang lain, Jakcson tewas tenggelam karana tidak bisa berenang
"Setahu saya, dia tidak bisa berenang," kata Hekson.
Meski demikian, kondisi jenazah Jackson masih bisa dikenali oleh keluarganya.
Saat ditemui di depan Posko Ante Mortem RS Polri, Hekson tampak menemani anak kandung Jackson tengah menunggu giliran diambil sampel DNA-nya.
"Sekarang kami sedang mempersiapkan dokumen-dokumen yang diminta untuk memulangkan jenazah. Kami harap bisa pulangkan malam ini," ucap Hekson.
Keluarga berencana menguburkan Jackson secara Katolik di pemakaman dekat rumah orang tua mereka, di bilangan Pondok Aren.
Kapal Zahro Express yang mengangkut ratusan penumpang itu sedianya akan berlabuh di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Para penumpang adalah wisatawan yang ingin berlibur pada awal tahun 2017 ini.
Namun, dalam perjalanan ke Pulau Tidung, kapal terbakar saat berada di tengah laut. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 23 orang meninggal dunia. Sejumlah penumpang lainnya selamat, luka-luka, dan ada pula penumpang yang hilang.
Selamat berbahagia di rumah Tuhan Jac. Engkau meninggalkan nama yang harum untuk di kenang.😠(Sumber https://www.facebook.com/Manggarai-Post-NTT-1612005119086138/ )


MANUSIA MATI MENINGGALKAN NAMA.
(Dia adalah putra manggarai asli cibal - kuwu)
Disaat orang lain ingin membunuh ternyata masih ada juga yang rela mati demi orang lain
Jujur kalo saya jadi dia saya mungkin akan berpikir 100 kali lipat sebelum melakukan perbuatan mulia itu
Ini adalah Martir yang sebenarnya
Kalo ada rangking perbuatan baik mungkin yang 1 ini layak untuk rangking 1
Andaikan kunci pintu surga di tangan saya,,,udah pasti duplikat dan kunci serep nya saya kasih ke kamu bung jac
Semoga engaku mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan sudah menjadi inspirasi buat banyak orang melalui tidakkan bukan hanya perkataan ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
JAKARTA, Musibah terbakarnya KM Zuhro Express saat berlayar menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Jakarta, meninggalkan beberapa cerita heroik.
Satu di antaranya adalah kisah Jackson Wilmas yang menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.
Jackson yang berusia sekitar 40 tahun itu meninggal karena tenggelam setelah loncat ke laut lepas saat kapal yang ditumpanginya bersama ratusan penumpang lain terbakar.
Hal itu diungkapkan Hekson, di depan Posko Ante Mortem, Rumah Sakit Polri Dr Soekamto Kramatjati. Hekson mengaku sebagai adik kandung Jackson.
Hekson yang tinggal di Pondok Aren, Tangerang Selatan itu, menyebutkan cerita mengenai kakaknya saat kapal terbakar diketahui dari penumpang lain yang selamat.
Hekson menuturkan, Jackson bekerja di sebuah kafe di Bogor. Pada Minggu (1/1/2017), Jackson berangkat menuju Pulau Tidung untuk berlibur dengan rekan-rekan kerjanya.
Saat kapal mulai mengeluarkan asap, Jackson yang telah menggunakan pelampung badan seketika meloncat.
Ketika banyak penumpang lain yang juga loncat dari kapal tidak mengenakan pelampung, Jackson kemudian menyerahkan pelampung yang dikenakannya kepada penumpang lain.
"Dia sebenarnya sudah pakai pelampung, tapi diberikan ke seorang perempuan yang sedang hamil di laut," karena tidak tega melihat wanita hamil sedang memperjuangkan hidpunya apa lagi sedang hamil
Akibat pengorbanannya memberikan pelampung pada penumpang lain, Jakcson tewas tenggelam karana tidak bisa berenang
"Setahu saya, dia tidak bisa berenang," kata Hekson.
Meski demikian, kondisi jenazah Jackson masih bisa dikenali oleh keluarganya.
Saat ditemui di depan Posko Ante Mortem RS Polri, Hekson tampak menemani anak kandung Jackson tengah menunggu giliran diambil sampel DNA-nya.
"Sekarang kami sedang mempersiapkan dokumen-dokumen yang diminta untuk memulangkan jenazah. Kami harap bisa pulangkan malam ini," ucap Hekson.
Keluarga berencana menguburkan Jackson secara Katolik di pemakaman dekat rumah orang tua mereka, di bilangan Pondok Aren.
Kapal Zahro Express yang mengangkut ratusan penumpang itu sedianya akan berlabuh di Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Para penumpang adalah wisatawan yang ingin berlibur pada awal tahun 2017 ini.
Namun, dalam perjalanan ke Pulau Tidung, kapal terbakar saat berada di tengah laut. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 23 orang meninggal dunia. Sejumlah penumpang lainnya selamat, luka-luka, dan ada pula penumpang yang hilang.
Selamat berbahagia di rumah Tuhan Jac. Engkau meninggalkan nama yang harum untuk di kenang.😠(Sumber https://www.facebook.com/Manggarai-Post-NTT-1612005119086138/ )


posted from Bloggeroid
Loading...