nge-BAND di acara Natal Remaja Gereja (1998) Re-post dari FB https://www.facebook.com/loe.gue.rock TAHUN 1998 saya punya band yang maini...
nge-BAND di acara Natal Remaja Gereja (1998)
Re-post dari FB https://www.facebook.com/loe.gue.rock
TAHUN 1998 saya punya band yang mainin musik Rock. Kami 4 personil. Saya bass dan vokal. Saya sendiri muslim dan 3 personil lainnya kristiani : Ari (drum), Aril (lead guitar), deli (rhytm guitar).
MASIH teringat dan terkesan saat band saya (Aldera) diminta panitia Remaja Gereja di Pulo Gebang Permai, Cakung - Jakarta Timur untuk mengisi acara di rangkaian acara natal. Semua personil sepakat ikut berpartisipasi. Saya mengusulkan untuk mencari vokal yang diambil dari remaja gereja yang biasa ikut latihan paduan suara gereja. Dapatlah vokalis seorang perempuan yang suaranya keren banget. Dia menguasai betul lagu-lagu rohani untuk remaja gereja, dan suka juga dengan musik Rock.
Di hari H-nya, band kami tampil paling buncit. Sebelumnya kami mengulik beberapa lagu ciptaan sendiri yang bertema kecintaan pada sang maha pencipta, dan lagu bertema kedamaian dalam semangat toleransi. Saya dipercaya untuk menulis liriknya. Aransemennya dibedah bareng-bareng semua personil. Band kami punya waktu tujuh hari untuk ngulik lagu.
Saat kami tampil membawakan 5 lagu sangat mendapat apresiasi dari audien yang hadir sekira 300an orang remaja gereja. Kami selipkan juga satu lagu ciptaan band kami untuk tujuan promosi (promo minta di ledek lagunya jelek), dan Alhamdulillah mereka respect dan happy dengan lagu karya band kami. Dilagu terakhir band kami diminta menyanyikan lagu yang paling di kenal di kalangan umat kristiani : "Jingle Bells", sebagai lagu penutup acara. Kami bawakan lagu ini dengan balutan rock. Alhasil semua audien tumpah ruah merangsek panggung dan bernyanyi bersama. Tidak terhitung berapa kali reff lagu Jingle bells diulang karena audien nyanyi gak henti-henti (dan gak bisa diberhentiin, sampe jempol cantengan nyabikin senar bass bertempo cepat). Malam itu kami sukses memenuhi undangan panitia.
Setelah selesai kami berkenalan dengan panitia, ngobrol santai sambil makan cemilan dan soft drink. Mereka baru sadar ternyata saya muslim. Mereka bertanya apakah tidak keberatan mengisi acara diacara rangkaian natal?. Saya jawab: Tidak keberatan, bahkan saya senang bisa menjadi bagian dari keceriaan natal teman-teman yang merayakan.
SAYA terlahir dan dibesarkan dikultur Nahdlatul Ulama (NU) yang kental, dan saya sekolah formal di madrasah (MTs). Kyai-kyai sepuh di Kuningan sahabat Alm. Bapak saya yang saat itu Alm. Bapak saya Ketua Majelis Ulama di Kecamatan Lebakwangi, dan Tokoh Kyai NU di Kuningan bahkan mengajarkan kita umat Islam harus toleran terhadap pemeluk agama lain. Mereka saudara kita, dan kita saudara mereka karena kita satu tanah air : INDONESIA. Agamaku agamaku, agamamu agamamu. Boleh ikut asal tidak merubah keyakinan/ketauhidan kita. ALLAH maha adil, maha mengetahui yang ada didalam kedalaman hati umatnya, manusia.
HIDUP berdampingan dalam damai dengan pemeluk agama lain itu indah terasa. Saling menghormati pemeluk agama lain itu tidak membuat kita miskin harta dan masuk neraka.
#JanganDidebat #IniPengalamanBerkesanSaya #KalauMauDebat___Noh Debat sama Patung Gajah di Musium Gajah. #GajahSenangDiajakDebat

Re-post dari FB https://www.facebook.com/loe.gue.rock
TAHUN 1998 saya punya band yang mainin musik Rock. Kami 4 personil. Saya bass dan vokal. Saya sendiri muslim dan 3 personil lainnya kristiani : Ari (drum), Aril (lead guitar), deli (rhytm guitar).
MASIH teringat dan terkesan saat band saya (Aldera) diminta panitia Remaja Gereja di Pulo Gebang Permai, Cakung - Jakarta Timur untuk mengisi acara di rangkaian acara natal. Semua personil sepakat ikut berpartisipasi. Saya mengusulkan untuk mencari vokal yang diambil dari remaja gereja yang biasa ikut latihan paduan suara gereja. Dapatlah vokalis seorang perempuan yang suaranya keren banget. Dia menguasai betul lagu-lagu rohani untuk remaja gereja, dan suka juga dengan musik Rock.
Di hari H-nya, band kami tampil paling buncit. Sebelumnya kami mengulik beberapa lagu ciptaan sendiri yang bertema kecintaan pada sang maha pencipta, dan lagu bertema kedamaian dalam semangat toleransi. Saya dipercaya untuk menulis liriknya. Aransemennya dibedah bareng-bareng semua personil. Band kami punya waktu tujuh hari untuk ngulik lagu.
Saat kami tampil membawakan 5 lagu sangat mendapat apresiasi dari audien yang hadir sekira 300an orang remaja gereja. Kami selipkan juga satu lagu ciptaan band kami untuk tujuan promosi (promo minta di ledek lagunya jelek), dan Alhamdulillah mereka respect dan happy dengan lagu karya band kami. Dilagu terakhir band kami diminta menyanyikan lagu yang paling di kenal di kalangan umat kristiani : "Jingle Bells", sebagai lagu penutup acara. Kami bawakan lagu ini dengan balutan rock. Alhasil semua audien tumpah ruah merangsek panggung dan bernyanyi bersama. Tidak terhitung berapa kali reff lagu Jingle bells diulang karena audien nyanyi gak henti-henti (dan gak bisa diberhentiin, sampe jempol cantengan nyabikin senar bass bertempo cepat). Malam itu kami sukses memenuhi undangan panitia.
Setelah selesai kami berkenalan dengan panitia, ngobrol santai sambil makan cemilan dan soft drink. Mereka baru sadar ternyata saya muslim. Mereka bertanya apakah tidak keberatan mengisi acara diacara rangkaian natal?. Saya jawab: Tidak keberatan, bahkan saya senang bisa menjadi bagian dari keceriaan natal teman-teman yang merayakan.
SAYA terlahir dan dibesarkan dikultur Nahdlatul Ulama (NU) yang kental, dan saya sekolah formal di madrasah (MTs). Kyai-kyai sepuh di Kuningan sahabat Alm. Bapak saya yang saat itu Alm. Bapak saya Ketua Majelis Ulama di Kecamatan Lebakwangi, dan Tokoh Kyai NU di Kuningan bahkan mengajarkan kita umat Islam harus toleran terhadap pemeluk agama lain. Mereka saudara kita, dan kita saudara mereka karena kita satu tanah air : INDONESIA. Agamaku agamaku, agamamu agamamu. Boleh ikut asal tidak merubah keyakinan/ketauhidan kita. ALLAH maha adil, maha mengetahui yang ada didalam kedalaman hati umatnya, manusia.
HIDUP berdampingan dalam damai dengan pemeluk agama lain itu indah terasa. Saling menghormati pemeluk agama lain itu tidak membuat kita miskin harta dan masuk neraka.
#JanganDidebat #IniPengalamanBerkesanSaya #KalauMauDebat___Noh Debat sama Patung Gajah di Musium Gajah. #GajahSenangDiajakDebat

posted from Bloggeroid
Loading...