Dari semua hoax yang berseliweran di newsfeed saya, ada satu yang bikin saya emosi. Marah banget pas liatnya, sampai perlu off FB dulu menen...
Dari semua hoax yang berseliweran di newsfeed saya, ada satu yang bikin saya emosi. Marah banget pas liatnya, sampai perlu off FB dulu menenangkan diri *hahah, drama banget ya. Oh well...*.
Foto ini, dari acara American Muslim Day Parade 2010 di New York City, diklaim sebagai acara "Dukung Aksi 212, Umat Muslim di Amerika Gelar Sajadah di Washington DC". Bertaburan deh jempol, masyaAllah, Allahu Akbar.
Saya marah, karena mengingat kondisi muslim Amerika yang melakukan parade itu, tapi lalu perjuangan mereka diklaim untuk hal lain yang nggak ada hubungannya sama sekali.
Tahun 2010 adalah tahun yang sulit untuk muslim di Amerika, khususnya untuk yang tinggal di NYC. Tahun itu ada protes besar menolak pembangunan mesjid dekat WTC (Jadi kontroversi nasional, bukan cuma di NYC. Tapi alhamdulillah, walikota NYC membela hak membangun mesjid itu). Ada ancaman pembakaran Qur'an oleh pastor ekstrim di Florida. Jumlah hate crimes terhadap muslim naik 50%, termasuk terhadap seorang supir taxi muslim di NYC yang hampir mati digorok seorang penumpang yang Islamophobic.
Jadi parade ini berlangsung di tengah rasa waswas, jumlah yang datang lebih sedikit dari biasanya karena sebagian takut 'ada apa-apa'. Parade yang ingin menunjukkan 'kami bersatu melawan bigotry'.
Saya nggak rela parade anti bigotry, anti Islamophobia, yang dilakukan muslim minoritas di Amerika dalam keadaan waswas ini, diklaim sebagai bagian dari aksi 212 yang tidak ada hubungannya sama sekali.
Tambahan : Oya, karena ada yang nanyain, kayaknya perlu ditulis bahwa saya (penulis status) memang tinggal di Amerika, in case you haven't noticed it already.
Harlia Hasjim Andriani Suryansyah Novi Ratnanoviasari Dyotami Febriani
Re-post dari FB https://www.facebook.com/dendidong

Foto ini, dari acara American Muslim Day Parade 2010 di New York City, diklaim sebagai acara "Dukung Aksi 212, Umat Muslim di Amerika Gelar Sajadah di Washington DC". Bertaburan deh jempol, masyaAllah, Allahu Akbar.
Saya marah, karena mengingat kondisi muslim Amerika yang melakukan parade itu, tapi lalu perjuangan mereka diklaim untuk hal lain yang nggak ada hubungannya sama sekali.
Tahun 2010 adalah tahun yang sulit untuk muslim di Amerika, khususnya untuk yang tinggal di NYC. Tahun itu ada protes besar menolak pembangunan mesjid dekat WTC (Jadi kontroversi nasional, bukan cuma di NYC. Tapi alhamdulillah, walikota NYC membela hak membangun mesjid itu). Ada ancaman pembakaran Qur'an oleh pastor ekstrim di Florida. Jumlah hate crimes terhadap muslim naik 50%, termasuk terhadap seorang supir taxi muslim di NYC yang hampir mati digorok seorang penumpang yang Islamophobic.
Jadi parade ini berlangsung di tengah rasa waswas, jumlah yang datang lebih sedikit dari biasanya karena sebagian takut 'ada apa-apa'. Parade yang ingin menunjukkan 'kami bersatu melawan bigotry'.
Saya nggak rela parade anti bigotry, anti Islamophobia, yang dilakukan muslim minoritas di Amerika dalam keadaan waswas ini, diklaim sebagai bagian dari aksi 212 yang tidak ada hubungannya sama sekali.
Tambahan : Oya, karena ada yang nanyain, kayaknya perlu ditulis bahwa saya (penulis status) memang tinggal di Amerika, in case you haven't noticed it already.
Harlia Hasjim Andriani Suryansyah Novi Ratnanoviasari Dyotami Febriani
Re-post dari FB https://www.facebook.com/dendidong

Loading...