"Ada yang jalan kaki 3 kilo mba buat dapetin nasi kesini. Itu pun udah motong jalan." "Dibelakang tuh mas, ibu 6 anak, kasi...
"Ada yang jalan kaki 3 kilo mba buat dapetin nasi kesini. Itu pun udah motong jalan."
"Dibelakang tuh mas, ibu 6 anak, kasian, sering ga makan."
"Kuli disana itu mba, upah 10rb sehari, anaknya 3. Katanya tiap rabu kebantu sekali."
"Sekarang pemulung alhamdulillah tambah banyak mas yang datang."
"Hari ini banyak yang ga kebagian padahal porsinya ditambah. Tapi biar cuma nasi mereka tetep mau loh mba."
Dan banyak cerita2 terenyuh lain dari bu lik yang melayani warung sedekah kami. Semua tentang mereka, tamu istimewa di setiap rabu.
Sudah 6 bulan, kami tak berada di kantor saat warung sedekah beroperasi. Foto aktivitas warung yang diambil staf kami, dan cerita bu lik, seringkali membuat menangis dan bertambah syukur, sekaligus mendongkrak semangat disela lelahnya ikhtiar agar Allah mampukan kami lebih banyak memberi.
Saya teringat satu ketika di hari rabu, semua staf kantor kami tengah sibuk dengan pekerjaannya. Tiba2 suara suami Prakoso Bayu Adhi Widyanto memecah suasana.
"Kalian semua, lihatlah keluar sana..."
Dan semua mata beralih pandang kearah luar, tempat antrian para dhuafa di warung sedekah sedang dilayani bu lik.
"Mereka, hari ini pulang dalam keadaan kenyang, membawa makanan untuk keluarga, mereka bisa berhemat lembaran 2 ribuan yang sangat berharga. Atas izin Allah, salah satunya adalah karena kalian semua. Ada kerja keras dan peran kalian, yang membuat warung ini tetap ada untuk mereka. Dan siapa sangka, malam hari ketika kita terlelap, doa mereka menembus langit untuk kita. Siapa sangka, kemudahan kita, sehatnya kita, rezeki kita, bisa jadi salah satunya adalah karena doa mereka.
Bagi Aa dan teteh, kalian berperan besar dalam membantu siapapun yang selama ini terbantu oleh zalfa. Aa dan teteh, sangat bangga pada kalian semua. Terima kasih, karena kalian begitu sabar, berlelah, loyal, mendampingi jatuh bangun Zalfa. Kami tidak punya daya apa-apa, jika bukan karena kehendak Allah dan kuasa Allah meneguhkan kerja keras dan doa kalian ada didalamnya hingga meluas manfaatnya."
Suasana menjadi hening, semua mata berkaca-kaca. Dan pipi saya telah basah dengan airmata.
Atas izin Allah, impian warung sedekah ini memang terwujud bukan semata karena kami. Ada pelanggan yang Allah ketuk hatinya dan jentikkan jarinya untuk membeli, ada mitra distributor dan agen juga semua karyawan yang melayani. Dan doa orang2 yang menyertai. Kami hanya bagian kecil dari busi yang memantik disini.
Dan Alhamdulillah, masya Allah, tersebab mereka: pelanggan setia, mitra dan karyawan lah warung ini tetap ada dan semoga seterusnya. Kami sangat berterima kasih karenanya. Bersyukur memiliki kalian semua selama 4 tahun ini ikhtiar bersama. Meski kami masih banyak kekurangan dan alpa. Barakallahufiik...
Next #lifegoals, menabung untuk mobil pick up agar manfaat warung ini bisa mobile. Bismillah... ayo berbagi...
Re-post dari FB https://www.facebook.com/Jejak.Lembayung

"Dibelakang tuh mas, ibu 6 anak, kasian, sering ga makan."
"Kuli disana itu mba, upah 10rb sehari, anaknya 3. Katanya tiap rabu kebantu sekali."
"Sekarang pemulung alhamdulillah tambah banyak mas yang datang."
"Hari ini banyak yang ga kebagian padahal porsinya ditambah. Tapi biar cuma nasi mereka tetep mau loh mba."
Dan banyak cerita2 terenyuh lain dari bu lik yang melayani warung sedekah kami. Semua tentang mereka, tamu istimewa di setiap rabu.
Sudah 6 bulan, kami tak berada di kantor saat warung sedekah beroperasi. Foto aktivitas warung yang diambil staf kami, dan cerita bu lik, seringkali membuat menangis dan bertambah syukur, sekaligus mendongkrak semangat disela lelahnya ikhtiar agar Allah mampukan kami lebih banyak memberi.
Saya teringat satu ketika di hari rabu, semua staf kantor kami tengah sibuk dengan pekerjaannya. Tiba2 suara suami Prakoso Bayu Adhi Widyanto memecah suasana.
"Kalian semua, lihatlah keluar sana..."
Dan semua mata beralih pandang kearah luar, tempat antrian para dhuafa di warung sedekah sedang dilayani bu lik.
"Mereka, hari ini pulang dalam keadaan kenyang, membawa makanan untuk keluarga, mereka bisa berhemat lembaran 2 ribuan yang sangat berharga. Atas izin Allah, salah satunya adalah karena kalian semua. Ada kerja keras dan peran kalian, yang membuat warung ini tetap ada untuk mereka. Dan siapa sangka, malam hari ketika kita terlelap, doa mereka menembus langit untuk kita. Siapa sangka, kemudahan kita, sehatnya kita, rezeki kita, bisa jadi salah satunya adalah karena doa mereka.
Bagi Aa dan teteh, kalian berperan besar dalam membantu siapapun yang selama ini terbantu oleh zalfa. Aa dan teteh, sangat bangga pada kalian semua. Terima kasih, karena kalian begitu sabar, berlelah, loyal, mendampingi jatuh bangun Zalfa. Kami tidak punya daya apa-apa, jika bukan karena kehendak Allah dan kuasa Allah meneguhkan kerja keras dan doa kalian ada didalamnya hingga meluas manfaatnya."
Suasana menjadi hening, semua mata berkaca-kaca. Dan pipi saya telah basah dengan airmata.
Atas izin Allah, impian warung sedekah ini memang terwujud bukan semata karena kami. Ada pelanggan yang Allah ketuk hatinya dan jentikkan jarinya untuk membeli, ada mitra distributor dan agen juga semua karyawan yang melayani. Dan doa orang2 yang menyertai. Kami hanya bagian kecil dari busi yang memantik disini.
Dan Alhamdulillah, masya Allah, tersebab mereka: pelanggan setia, mitra dan karyawan lah warung ini tetap ada dan semoga seterusnya. Kami sangat berterima kasih karenanya. Bersyukur memiliki kalian semua selama 4 tahun ini ikhtiar bersama. Meski kami masih banyak kekurangan dan alpa. Barakallahufiik...
Next #lifegoals, menabung untuk mobil pick up agar manfaat warung ini bisa mobile. Bismillah... ayo berbagi...
Re-post dari FB https://www.facebook.com/Jejak.Lembayung

Loading...