Mengapa Harus Reklamasi? Re-post dari FB Okan Darsyah (Link sumber - https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10210307645748286&...
Mengapa Harus Reklamasi?
Re-post dari FB Okan Darsyah
(Link sumber - https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10210307645748286&id=1255766338)
yg terjadi setelah dilakukan reklamasi adalah penambahan lahan. untuk siapa lahan tersebut? ya untuk manusia yg kekurangan lahan. manusia yg berdiam diri di suatu titik memperluas ruang hidupnya dengan memperluas daratan untuk kehidupannya, tentunya yg utama akan menikmati hasil dari perluasan lahan tersebut adalah manusia2 yg terdekat atau bahkan yg memiliki hak konsesi atas lahan tersebut. begitu sederhananya.
lantas kalo ada yg menolak adanya reklamasi di Indonesia, apa alasannya?

bung, Indonesia adalah salah satu negara yg memiliki daratan terluas di dunia. apa Indonesia kekurangan lahan untuk ruang hidup manusia2 Indonesia? jelas tidak!
kebijakan reklamasi jelas akan menjadi pilihan bagi negara2 dengan lahan terbatas seperti singapura, atau katakanlah negara lain yg memang ruang hidup manusianya tak lagi cukup menampung warganga untuk generasi ke depan.
kebijakan adanya reklamasi di Indonesia hanyalah kebijakan jalan pintas seperti yg sudah2 macam pembangunan jalan tol atau jalan layang untuk mengurai macet transportasi di perkotaan, atau kebijakan impor energi, pangan, material mentah industri, impor alutsista, dsb.
kebijakan2 di atas hanya kebijakan cemen pemerintah yg gak mau ambil pusing dirongrong para mafia pengejar rente yg mengatasnamakan sedikit karyawan perusahaan importir atau assemblingnya yg "teriak kelaparan" namun jelas tak berkontribusi positif atas rasio gini, tak menurunkan kesenjangan, tak mendukung pemerataan ekonomi sosial untuk wilayah nusantara yg luas dari aceh sampai papua.

proses reklamasi tentu butuh investasi, yg jelas berbiaya tinggi. jelas pula yg akan menikmati reklamasi kalau itu terjadi di teluk jakarta dan teluk benoa hanyalah masyarakat Jakarta dan masyarakat Bali. itupun diperkirakan hanya segelintir masyarakat jakarta dan bali yg menikmati, kalau tak mau dibilang hanya investor, kelas menengah atas, dan pejabat serta politikus yg mendapat fee.
pemerintah kini sesungguhnya sudah benar dalam berjanji. sebarkan itu ruang hidup Indonesia. bisnis dan hiburan bukan hanya di jakarta. pariwisata bukan hanya di bali. bangun infrastruktur jalan dan energi di seluruh penjuru negeri. kelak infrastruktur yg tersedia akan menjadi pondasi industri baru, ruang hidup baru, semangat baru di lahan2 yg dulu tertidur menjadi ruang hidup untuk lintas generasi.
investasi untuk reklamasi seharusnya diarahkan untuk upaya distribusi kesejahteraan seperti ini.
investasi pada reklamasi teluk jakarta hanya akan menambah nyaman segelintir manusia. penambahan lahan di utara jakarta akan berkontribusi bertambahnya tenaga kerja untuk mendukung kehidupan di lahan baru tersebut, namun berdampak pula pada meningkatnya konsumsi air, energi, lahan tempat tinggal untuk para pekerja, dan jelas bertambahnya kemacetan karena pertumbuhan kendaraan sebab tak kunjung dihadirkannya transportasi massal yg nyaman dan mudah diakses yg dijanjikan.
investasi reklamasi di teluk benoa jelas tak sesuai dengan sasaran 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Bali sudah sangat indah dan terfasilitasi. pariwisata Indonesia bukan hanya bali.
hey! masih berharap dengan reklamasi?
Tolak reklamasi teluk jakarta dan teluk benoa!
Re-post dari FB Okan Darsyah
(Link sumber - https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10210307645748286&id=1255766338)
yg terjadi setelah dilakukan reklamasi adalah penambahan lahan. untuk siapa lahan tersebut? ya untuk manusia yg kekurangan lahan. manusia yg berdiam diri di suatu titik memperluas ruang hidupnya dengan memperluas daratan untuk kehidupannya, tentunya yg utama akan menikmati hasil dari perluasan lahan tersebut adalah manusia2 yg terdekat atau bahkan yg memiliki hak konsesi atas lahan tersebut. begitu sederhananya.
lantas kalo ada yg menolak adanya reklamasi di Indonesia, apa alasannya?

bung, Indonesia adalah salah satu negara yg memiliki daratan terluas di dunia. apa Indonesia kekurangan lahan untuk ruang hidup manusia2 Indonesia? jelas tidak!
kebijakan reklamasi jelas akan menjadi pilihan bagi negara2 dengan lahan terbatas seperti singapura, atau katakanlah negara lain yg memang ruang hidup manusianya tak lagi cukup menampung warganga untuk generasi ke depan.
kebijakan adanya reklamasi di Indonesia hanyalah kebijakan jalan pintas seperti yg sudah2 macam pembangunan jalan tol atau jalan layang untuk mengurai macet transportasi di perkotaan, atau kebijakan impor energi, pangan, material mentah industri, impor alutsista, dsb.
kebijakan2 di atas hanya kebijakan cemen pemerintah yg gak mau ambil pusing dirongrong para mafia pengejar rente yg mengatasnamakan sedikit karyawan perusahaan importir atau assemblingnya yg "teriak kelaparan" namun jelas tak berkontribusi positif atas rasio gini, tak menurunkan kesenjangan, tak mendukung pemerataan ekonomi sosial untuk wilayah nusantara yg luas dari aceh sampai papua.

proses reklamasi tentu butuh investasi, yg jelas berbiaya tinggi. jelas pula yg akan menikmati reklamasi kalau itu terjadi di teluk jakarta dan teluk benoa hanyalah masyarakat Jakarta dan masyarakat Bali. itupun diperkirakan hanya segelintir masyarakat jakarta dan bali yg menikmati, kalau tak mau dibilang hanya investor, kelas menengah atas, dan pejabat serta politikus yg mendapat fee.
pemerintah kini sesungguhnya sudah benar dalam berjanji. sebarkan itu ruang hidup Indonesia. bisnis dan hiburan bukan hanya di jakarta. pariwisata bukan hanya di bali. bangun infrastruktur jalan dan energi di seluruh penjuru negeri. kelak infrastruktur yg tersedia akan menjadi pondasi industri baru, ruang hidup baru, semangat baru di lahan2 yg dulu tertidur menjadi ruang hidup untuk lintas generasi.
investasi untuk reklamasi seharusnya diarahkan untuk upaya distribusi kesejahteraan seperti ini.
investasi pada reklamasi teluk jakarta hanya akan menambah nyaman segelintir manusia. penambahan lahan di utara jakarta akan berkontribusi bertambahnya tenaga kerja untuk mendukung kehidupan di lahan baru tersebut, namun berdampak pula pada meningkatnya konsumsi air, energi, lahan tempat tinggal untuk para pekerja, dan jelas bertambahnya kemacetan karena pertumbuhan kendaraan sebab tak kunjung dihadirkannya transportasi massal yg nyaman dan mudah diakses yg dijanjikan.
investasi reklamasi di teluk benoa jelas tak sesuai dengan sasaran 20 juta wisatawan mancanegara di tahun 2019. Bali sudah sangat indah dan terfasilitasi. pariwisata Indonesia bukan hanya bali.
hey! masih berharap dengan reklamasi?
Tolak reklamasi teluk jakarta dan teluk benoa!
posted from Bloggeroid
Loading...