Pulang dari ketemu konco lawas, naik kereta Commuter line memaksa saya harus transit di daerah manggarai Jakarta, untuk bertukar commuter l...
Pulang dari ketemu konco lawas, naik kereta Commuter line memaksa saya harus transit di daerah manggarai Jakarta, untuk bertukar commuter line yang menuju daerah saya.
Sambil menunggu kereta yang tak kunjung datang, akhirnya saya bersandar pada tiang di ujung stasiun. Suasana stasiun memang terlihat tidak terlalu ramai saat itu, karena memang belum jam bubaran kantor.
Disebelah saya, ada seorang bapak berbadan cukup kekar sedang menggendong anak perempuannya. Sekilas saya melihat ke bapak itu. Bapak itu juga melihat saya. Body language-nya sedikit gelisah, Sekali sekali melihat jam, dan tampak mengamati keadaan sekitar.
Tak berapa lama, bapak tersebut menghampiri saya. Menanyakan kira kira kereta menuju ke Bekasi tiba jam berapa. saya menggeleng karena tidak tahu. Mungkin sekitar 10-15 menit lagi. Saya hanya menjawab agar bapak tersebut bersabar.
Bapak tersebut kembali bergeser ke samping saya. Sambil terus gelisah melihat ke arah jam tangannya, dan terusmengamati situasi sekeliling. Kira kira 3 menit kemudian, bapak tersebut kembali menanyakan mengenai kereta ke arah Bogor. Kapan kira kira akan melintas ?.
Saya kembali menjawab tidak tahu. Lalu saya memberikan saran agar bapak tersebut menanyakan saja kepada petugas stasiun. Tapi bapak itu kembali kesamping, tempat asalnya tadi. Dan tetap tak menanyakan maksud dan tujuannya kepada petugas Stasiun.
Saya sedikit curiga, kepada bapak ini. Cara berpakaiannya tidak terlalu baik, tetapi dia menggendong seorang anak yang (menurut saya) sangat terawat. Saya perhatikan dengan seksama sekali lagi, bapak ini tetap merasa gelisah, sembari sesekali melihat kearah jam tangannya.
Tiba tiba bapak tersebut menghampiri saya dan kembali bertanya kepada saya. Kalo kereta yang ke arah stasiun kota kira kira sampai jam berapa melintas ?. Kecurigaan saya bertambah menjadi jadi. Ada yang tidak beres nih sepertinya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya.
"Sebenarnya, bapak ini mau kemana" tanya saya
"kok dari tadi nanya arah kereta terus. Pertama kebekasi, kedua kebogor, dan ini terakhir bapak bertanya kembali mau ke stasiun kota".... "Jadi sebenarnya bapak mau kemana ??" tegas saya
.........
.........
"oh enggak dek, saya cuma mau nyebrang kok". "Takutnya pas lagi nyebrang, eh kereta-nya lewat. Mohon maap ya dek, terima kasih" kata si bapak itu sambil berlalu.
(Pak... pak..... kalo berantem dulu gimana pak, sebelum nyebrang..... Kamfreet)
#warkopmodeon
suwun nggih :) :)
Sumber :
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10202097740641214&id=1718509749
Re-post dari fb Teuku Ryansyah Putra

Sambil menunggu kereta yang tak kunjung datang, akhirnya saya bersandar pada tiang di ujung stasiun. Suasana stasiun memang terlihat tidak terlalu ramai saat itu, karena memang belum jam bubaran kantor.
Disebelah saya, ada seorang bapak berbadan cukup kekar sedang menggendong anak perempuannya. Sekilas saya melihat ke bapak itu. Bapak itu juga melihat saya. Body language-nya sedikit gelisah, Sekali sekali melihat jam, dan tampak mengamati keadaan sekitar.
Tak berapa lama, bapak tersebut menghampiri saya. Menanyakan kira kira kereta menuju ke Bekasi tiba jam berapa. saya menggeleng karena tidak tahu. Mungkin sekitar 10-15 menit lagi. Saya hanya menjawab agar bapak tersebut bersabar.
Bapak tersebut kembali bergeser ke samping saya. Sambil terus gelisah melihat ke arah jam tangannya, dan terusmengamati situasi sekeliling. Kira kira 3 menit kemudian, bapak tersebut kembali menanyakan mengenai kereta ke arah Bogor. Kapan kira kira akan melintas ?.
Saya kembali menjawab tidak tahu. Lalu saya memberikan saran agar bapak tersebut menanyakan saja kepada petugas stasiun. Tapi bapak itu kembali kesamping, tempat asalnya tadi. Dan tetap tak menanyakan maksud dan tujuannya kepada petugas Stasiun.
Saya sedikit curiga, kepada bapak ini. Cara berpakaiannya tidak terlalu baik, tetapi dia menggendong seorang anak yang (menurut saya) sangat terawat. Saya perhatikan dengan seksama sekali lagi, bapak ini tetap merasa gelisah, sembari sesekali melihat kearah jam tangannya.
Tiba tiba bapak tersebut menghampiri saya dan kembali bertanya kepada saya. Kalo kereta yang ke arah stasiun kota kira kira sampai jam berapa melintas ?. Kecurigaan saya bertambah menjadi jadi. Ada yang tidak beres nih sepertinya. Akhirnya saya memberanikan diri untuk bertanya.
"Sebenarnya, bapak ini mau kemana" tanya saya
"kok dari tadi nanya arah kereta terus. Pertama kebekasi, kedua kebogor, dan ini terakhir bapak bertanya kembali mau ke stasiun kota".... "Jadi sebenarnya bapak mau kemana ??" tegas saya
.........
.........
"oh enggak dek, saya cuma mau nyebrang kok". "Takutnya pas lagi nyebrang, eh kereta-nya lewat. Mohon maap ya dek, terima kasih" kata si bapak itu sambil berlalu.
(Pak... pak..... kalo berantem dulu gimana pak, sebelum nyebrang..... Kamfreet)
#warkopmodeon
suwun nggih :) :)
Sumber :
https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10202097740641214&id=1718509749
Re-post dari fb Teuku Ryansyah Putra

posted from Bloggeroid
Loading...