Info dari seorang facebooker yang bernama Anna Annabelle dia mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat lagi liburan dipantai yaitu di...
Info dari seorang facebooker yang bernama Anna Annabelle dia mengalami kejadian yang tidak mengenakkan saat lagi liburan dipantai yaitu di-usir oleh sekuriti karena alasannya pantai tersebut adalah kawasan milik hotel...berikut re-post status fb-nya :
Saya ingin menceritakan sedikit peristiwa yg menurut sy pribadi sgtlah tdk pantas.
Hari selasa tgl 16 agustus 2016 jam 13:40 siang hari, sy berserta teman dr jakarta dan lampung berjumlah 4 org termasuk sy sedang mengunjungi daerah nusa dua tepatnya water blow dan dilanjutkan dgn menyisir Pantai di depan GRAND HYATT BALI namun tiba" salah satu Teman sy mendadak kram perut krn datang bulan. Maka teman sy tiba" jongkok kesakitan sambil memegang perutnya yg sakit.
Namun dengan secepat kilat security MARKUS WELA yg bertugas di depan pantai mengusir teman sy agar pergi dr Pantai dgn alasan kawasan Itu adalah milik hotel. Dan sy bertanya kpd security apakah Pantai ini milik GRAND HYATT dan sy menjelaskan Kami tdk duduk apalagi menyentuh properti (kursi tidur sepanjang Pantai pasir putih yg disiapkan hotel tersebut) dan sy tau betul mana batas Wilayah HOTEL tersebut.
Dan dgn lantang security tersebut berbicara: " KAMU BANYAK BICARA SY GAMPAR MULUT KAMU" namun saya tidak takut. Dan Teman sy mengajak sy pergi agar tidak melanjutkan argue yg percuma. Namun sy tdk Habis pikir sejak kapan Pantai" di Bali dikuasai pihak hotel hy Karena membeli Tanah di depan Pantai.
Dan 30 menit kemudian sy melewati tempat dimana Kami diusir dan bertemu dgn SECURITY dan lagi" disana tdk hanya Orang Lokal yg diusir namun tamu LUAR jga diusir dr Wilayah tersebut jgnkan Mereka dan SAYAPUN YG LAHIR DI BALI DAN BESAR DI BALI TIDAK BISA LAGI MENIKMATI INDAHNYA PANTAI BALI
Saya berharap tdk ada lagi orang bali, luar bali atau luar negeri dilarang utk menikmati keindahan alam dan sungguh tdk adil jk utk menikmati semua Itu Kita harus menjadi Tamu Hotel tersebut
Sumber https://www.facebook.com/ni.p.mariana/posts/10208329659131644
Saya ingin menceritakan sedikit peristiwa yg menurut sy pribadi sgtlah tdk pantas.
Hari selasa tgl 16 agustus 2016 jam 13:40 siang hari, sy berserta teman dr jakarta dan lampung berjumlah 4 org termasuk sy sedang mengunjungi daerah nusa dua tepatnya water blow dan dilanjutkan dgn menyisir Pantai di depan GRAND HYATT BALI namun tiba" salah satu Teman sy mendadak kram perut krn datang bulan. Maka teman sy tiba" jongkok kesakitan sambil memegang perutnya yg sakit.
Namun dengan secepat kilat security MARKUS WELA yg bertugas di depan pantai mengusir teman sy agar pergi dr Pantai dgn alasan kawasan Itu adalah milik hotel. Dan sy bertanya kpd security apakah Pantai ini milik GRAND HYATT dan sy menjelaskan Kami tdk duduk apalagi menyentuh properti (kursi tidur sepanjang Pantai pasir putih yg disiapkan hotel tersebut) dan sy tau betul mana batas Wilayah HOTEL tersebut.
Dan dgn lantang security tersebut berbicara: " KAMU BANYAK BICARA SY GAMPAR MULUT KAMU" namun saya tidak takut. Dan Teman sy mengajak sy pergi agar tidak melanjutkan argue yg percuma. Namun sy tdk Habis pikir sejak kapan Pantai" di Bali dikuasai pihak hotel hy Karena membeli Tanah di depan Pantai.
Dan 30 menit kemudian sy melewati tempat dimana Kami diusir dan bertemu dgn SECURITY dan lagi" disana tdk hanya Orang Lokal yg diusir namun tamu LUAR jga diusir dr Wilayah tersebut jgnkan Mereka dan SAYAPUN YG LAHIR DI BALI DAN BESAR DI BALI TIDAK BISA LAGI MENIKMATI INDAHNYA PANTAI BALI
Saya berharap tdk ada lagi orang bali, luar bali atau luar negeri dilarang utk menikmati keindahan alam dan sungguh tdk adil jk utk menikmati semua Itu Kita harus menjadi Tamu Hotel tersebut
Sumber https://www.facebook.com/ni.p.mariana/posts/10208329659131644
Loading...


