Puasa, Kesehatan & Keluhuran Budi oleh : MUKLISINA LAHUDIN “Dan tidak aku ciptakan Jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaku”...
Puasa, Kesehatan & Keluhuran Budi
oleh : MUKLISINA LAHUDIN
“Dan tidak aku ciptakan Jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaku”
Dibalik perintah Gusti Allah SWT kepada hamba-Nya agar hamba-Nya beribadah kepada-Nya, Allah memberikan perintah ibadah itu tidak sia-sisa dan tentu saja pasti ada manfaatnya. Ibadah, logikanya tentu bukan untuk Allah, karena tentu saja Allah tidak gila sembah (gila hormat), tetapi ibadah semestinya untuk kebaikan manusia sendiri, kita sendirilah sebagai manusia yang akan memetik manfaat dari sebuah amalan ibadah.
Misalnya, Allah SWT tidak akan perintahkan sholat jika ternyata sholat itu muspro (tidak bermanfaat) bagi manusia. Setelah diteliti, ternyata manfaat sholat itu bukan hanya untuk kesehatan raga kita ini, tetapi sholat juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Sholat itu seperti sebuah senam erobik, menyehatan badan dan membuat langsing. Gerakan sholat saat takbiratul ikram (alllaaahu akbarrr) ternyata dapat memperlancar aliran darah dan mengurangi resiko gangguan persendian ditubuh bagian atas. Atau gerakan rukuk yang sempurna akan melatih keseimbangan tubuh kita karena posisi rukuk yang sempurna ( jika diberi segelas air di punggung kita air dalam gelas itu tidak akan tumpah) Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Begitu juga dengan posisi sujud, yang setelah diteliti bahwa setiap hari otak manusia membutuhkan suplay oksigen. Seperti kita tahu, oksigen itu sangat penting sekali untuk kehidupan manusia, kalau jantung kita kekurangan pasokan oksigen tentu saja kita bisa kejet-kejet serangan jantung. Persis sama dapat terjadi pada otak, kalau otak kekurangan oksigen, apalagi dalam jangka waktu yang lama bukan hanya bisa membuat kita menjadi oon bin telmi tetapi juga dapat menyebabkan koma bahkan titik (kematian). Nah, kabar baiknya ternyata, menurut seorang ilmuwan, bahwa satu-satunya cara agar oksigen dapat masuk ke otak kita adalah dengan posisi sujud dalam gerakan sholat.
Sedangkan manfaat bagi jiwa sholat itu dapat menentramkan hati, Allah berfirman “alaa inna bidzikrillaahi tatmainul qulub” (ingatlah bahwa dengan mengingat Allah akan menentramkan jiwa), ada surat yang lain dalam al-Quran “ wastanginuu bissobri wassholah, innahu lakabirotun illa ngalal khosi’in” yang kalau diindonesiakan artinya“ maka meminta pertolonganlah kalian kepada sabar dan sholat, sesungguhnya hal itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu”
Contoh ibadah lain, katakanlah membaca al-Quran, ketika kita membaca al-quran ada sebuah tata cara bahwa setiap ayat dalam al-Quran harus dibaca dalam satu tarikan nafas, ternyata dengan tarikan nafas (tentu saja dengan hembusannya :-)) yang teratur dalam membaca al-Quran, tak sengaja kita telah melakukan meditasi spontan bagi ketenangan jiwa.
Nah! kalau saat bulan ramadhan ini kita diperintahkan berpuasa, manfaat lahirnya kira-kira apa?. Tentu saja anugerah kesehatan, banyak sekali kajian-kajian yang mengatakan bahwa puasa baik bagi jantung, pembuluh darah, kesehatan usus dll. Bahkan penelitian terbaru dikatakan bahwa puasa bisa meningkatkan performa kejantanan kaum Adam. Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), bahwa puasa memang benar menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testoteron dan performa seksual justru meningkat pesat.
Dan tentu saja manfaat paling penting adalah manfaat batiniyah (manfaat spritual), Rasulullah pernah bersabda ”kam min shoimin laisa lahu min siyaamihi syaiun illal ju’ wa ‘atos “ indonesiannya begini “ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan manfaat apapun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus” . Mengapa cuma lapar dan haus?, karena puasa yang seharusnya bermanfaat bagi jiwa dan raga justru dirusak dengan aktivitas yang menggagalkannya. Misalnya pada saat buka puasa, apapun semua yang ingin kita makan entah itu mendoan, semongko, kopi, teh, bakwan, kolak, resoles, pecel semua kita makan, sehingga perut menjadi penuh serta usus yang seharus nya diberi beban sedikit demi sedikit menjadi bekerja lebih berat lagi. Atau kita sendiri yang menghilangkan pahala puasa dengan amalan-amalan dan kegitan-kegiatan yang sebenarnya tidak mencerdaskan jiwa seperti berbohong, membuka aib orang, mem-bully, fitnah, adu domba, memberikan kesaksian palsu dan masih banyak lagi.
Itulah Islam, agama rahmatan li alamin, agama yang telah memberikan tuntunan terbaik bagi umatnya, agama yang mencerahkan, islam ya’lu walaa yu’la ‘alaih, islam unggul dan akan selalu menjadi agama yang unggul. Sebagai umatnya, kita selayaknya terus menggali dan belajar akan keluhuran islam. wassalam
Semoga Bermanfaat SUMBER
oleh : MUKLISINA LAHUDIN
“Dan tidak aku ciptakan Jin dan manusia, kecuali untuk beribadah kepadaku”
Dibalik perintah Gusti Allah SWT kepada hamba-Nya agar hamba-Nya beribadah kepada-Nya, Allah memberikan perintah ibadah itu tidak sia-sisa dan tentu saja pasti ada manfaatnya. Ibadah, logikanya tentu bukan untuk Allah, karena tentu saja Allah tidak gila sembah (gila hormat), tetapi ibadah semestinya untuk kebaikan manusia sendiri, kita sendirilah sebagai manusia yang akan memetik manfaat dari sebuah amalan ibadah.
Misalnya, Allah SWT tidak akan perintahkan sholat jika ternyata sholat itu muspro (tidak bermanfaat) bagi manusia. Setelah diteliti, ternyata manfaat sholat itu bukan hanya untuk kesehatan raga kita ini, tetapi sholat juga bermanfaat bagi kesehatan jiwa. Sholat itu seperti sebuah senam erobik, menyehatan badan dan membuat langsing. Gerakan sholat saat takbiratul ikram (alllaaahu akbarrr) ternyata dapat memperlancar aliran darah dan mengurangi resiko gangguan persendian ditubuh bagian atas. Atau gerakan rukuk yang sempurna akan melatih keseimbangan tubuh kita karena posisi rukuk yang sempurna ( jika diberi segelas air di punggung kita air dalam gelas itu tidak akan tumpah) Postur ini menjaga kesempurnaan posisi dan fungsi tulang belakang (corpus vertebrae) sebagai penyangga tubuh dan pusat syaraf. Begitu juga dengan posisi sujud, yang setelah diteliti bahwa setiap hari otak manusia membutuhkan suplay oksigen. Seperti kita tahu, oksigen itu sangat penting sekali untuk kehidupan manusia, kalau jantung kita kekurangan pasokan oksigen tentu saja kita bisa kejet-kejet serangan jantung. Persis sama dapat terjadi pada otak, kalau otak kekurangan oksigen, apalagi dalam jangka waktu yang lama bukan hanya bisa membuat kita menjadi oon bin telmi tetapi juga dapat menyebabkan koma bahkan titik (kematian). Nah, kabar baiknya ternyata, menurut seorang ilmuwan, bahwa satu-satunya cara agar oksigen dapat masuk ke otak kita adalah dengan posisi sujud dalam gerakan sholat.
Sedangkan manfaat bagi jiwa sholat itu dapat menentramkan hati, Allah berfirman “alaa inna bidzikrillaahi tatmainul qulub” (ingatlah bahwa dengan mengingat Allah akan menentramkan jiwa), ada surat yang lain dalam al-Quran “ wastanginuu bissobri wassholah, innahu lakabirotun illa ngalal khosi’in” yang kalau diindonesiakan artinya“ maka meminta pertolonganlah kalian kepada sabar dan sholat, sesungguhnya hal itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu”
Contoh ibadah lain, katakanlah membaca al-Quran, ketika kita membaca al-quran ada sebuah tata cara bahwa setiap ayat dalam al-Quran harus dibaca dalam satu tarikan nafas, ternyata dengan tarikan nafas (tentu saja dengan hembusannya :-)) yang teratur dalam membaca al-Quran, tak sengaja kita telah melakukan meditasi spontan bagi ketenangan jiwa.
Nah! kalau saat bulan ramadhan ini kita diperintahkan berpuasa, manfaat lahirnya kira-kira apa?. Tentu saja anugerah kesehatan, banyak sekali kajian-kajian yang mengatakan bahwa puasa baik bagi jantung, pembuluh darah, kesehatan usus dll. Bahkan penelitian terbaru dikatakan bahwa puasa bisa meningkatkan performa kejantanan kaum Adam. Sebuah penelitian yang membahas tentang hubungan puasa dengan kadar hormon kejantanan (testoteron), bahwa puasa memang benar menurunkan hormon testoteron. Namun ini bersifat sementara, Bahkan setelah beberapa hari siklus puasa dijalankan justru produksi hormon testoteron dan performa seksual justru meningkat pesat.
Dan tentu saja manfaat paling penting adalah manfaat batiniyah (manfaat spritual), Rasulullah pernah bersabda ”kam min shoimin laisa lahu min siyaamihi syaiun illal ju’ wa ‘atos “ indonesiannya begini “ Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan manfaat apapun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus” . Mengapa cuma lapar dan haus?, karena puasa yang seharusnya bermanfaat bagi jiwa dan raga justru dirusak dengan aktivitas yang menggagalkannya. Misalnya pada saat buka puasa, apapun semua yang ingin kita makan entah itu mendoan, semongko, kopi, teh, bakwan, kolak, resoles, pecel semua kita makan, sehingga perut menjadi penuh serta usus yang seharus nya diberi beban sedikit demi sedikit menjadi bekerja lebih berat lagi. Atau kita sendiri yang menghilangkan pahala puasa dengan amalan-amalan dan kegitan-kegiatan yang sebenarnya tidak mencerdaskan jiwa seperti berbohong, membuka aib orang, mem-bully, fitnah, adu domba, memberikan kesaksian palsu dan masih banyak lagi.
Itulah Islam, agama rahmatan li alamin, agama yang telah memberikan tuntunan terbaik bagi umatnya, agama yang mencerahkan, islam ya’lu walaa yu’la ‘alaih, islam unggul dan akan selalu menjadi agama yang unggul. Sebagai umatnya, kita selayaknya terus menggali dan belajar akan keluhuran islam. wassalam
Semoga Bermanfaat SUMBER
Loading...
