Sulit sekali untuk bisa mempercayai kembali orang yang pernah membohongi kita. Apalagi jika orang itu adalah teman dekat kita sendiri. Bic...
Sulit sekali untuk bisa mempercayai kembali orang yang pernah membohongi kita. Apalagi jika orang itu adalah teman dekat kita sendiri.
Bicara soal berbohong, penelitian menyebut orang yang kerap berbohong sebenarnya menderita gangguan psikologis. Salah satunya penyakit mythomania, yakni kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai kebohongannya.
Dilansir dari rightdiagnosis.com pada Selasa 16 Desember 2014, penderita mythomania tidak sepenuhnya menyadari bahwa ia sedang berbohong. Ia tidak mampu membedakan antara ‘kenyataan’ yang berasal dari imaginasinya dan kenyataan yang sebenarnya.
Kebohongan-kebohongan yang dilakukan olehnya cenderung diluar kesadaran. Ia pun tak sadar bahwa orang lain merasa terganggu dengan kebohongannya, karena yang terpenting baginya adalah dirinya mendapat pengakuan oleh sekelilingnya. Ia mewujudkan itu demi melarikan dirinya dari kenyataan sebenarnya yang tidak mau ia terima.
Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupan, misalnya berupa kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan.
Menurut Wikipedia, pembohong patologis atau mythomaniac adalah orang yang memiliki perilaku yang terbiasa atau selalu terdorong untuk berbohong.
Jadi kebohongan patologis itu merupakan suatu kebohongan yang dapat melebar dan menjadi sangat rumit untuk waktu yang sangat lama. Bahkan bisa terjadi di sepanjang hidup si pembohong.
Penderita mythomaniac sebenarnya adalah korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya. penderitaan membuat ia tak mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi di balik topeng.
Jika Anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. Namun jika Anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja. Yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Setelah itu, semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri. Sebab, hanya dia yg bisa menolong dirinya sendiri. Ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keingininan yang kuat untuk menyembuhkan dirinya seperti menemui seorang psikiater.
Sumber : rtv.co.id

Bicara soal berbohong, penelitian menyebut orang yang kerap berbohong sebenarnya menderita gangguan psikologis. Salah satunya penyakit mythomania, yakni kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai kebohongannya.
Dilansir dari rightdiagnosis.com pada Selasa 16 Desember 2014, penderita mythomania tidak sepenuhnya menyadari bahwa ia sedang berbohong. Ia tidak mampu membedakan antara ‘kenyataan’ yang berasal dari imaginasinya dan kenyataan yang sebenarnya.
Kebohongan-kebohongan yang dilakukan olehnya cenderung diluar kesadaran. Ia pun tak sadar bahwa orang lain merasa terganggu dengan kebohongannya, karena yang terpenting baginya adalah dirinya mendapat pengakuan oleh sekelilingnya. Ia mewujudkan itu demi melarikan dirinya dari kenyataan sebenarnya yang tidak mau ia terima.
Salah satu penyebab mythomania adalah kegagalan-kegagalan dalam kehidupan, misalnya berupa kegagalan dalam hal studi, masa kecil, masalah keluarga, kisah-kisah sentimental, bahkan kegagalan dalam hal pekerjaan.
Menurut Wikipedia, pembohong patologis atau mythomaniac adalah orang yang memiliki perilaku yang terbiasa atau selalu terdorong untuk berbohong.
Jadi kebohongan patologis itu merupakan suatu kebohongan yang dapat melebar dan menjadi sangat rumit untuk waktu yang sangat lama. Bahkan bisa terjadi di sepanjang hidup si pembohong.
Penderita mythomaniac sebenarnya adalah korban dari ketidakbahagiaan dalam hidupnya. penderitaan membuat ia tak mampu mengekspresikan keaslian dirinya sehingga selalu ingin bersembunyi di balik topeng.
Jika Anda menjumpai seorang mythomaniac, jalan terbaik adalah menghindar darinya. Namun jika Anda ingin menolongnya, jangan berusaha mencari alasan yang masuk akal, atau mencoba menemukan jawaban dari tindakan-tindakan kebohongannya karena itu membuang-buang waktu saja. Yang bisa anda lakukan adalah meyakinkannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri.
Setelah itu, semua kembali kepada si mythomaniac itu sendiri. Sebab, hanya dia yg bisa menolong dirinya sendiri. Ia harus menyadari permasalahannya, mengakuinya dan harus memiliki keingininan yang kuat untuk menyembuhkan dirinya seperti menemui seorang psikiater.
Sumber : rtv.co.id

Loading...