Saat semua orang mengaitkan hipertensi dengan asupan garam yang terlalu banyak, sebuah penelitian justru menyebut bahaya kurang garam. Seor...
Saat semua orang mengaitkan hipertensi dengan asupan garam yang terlalu banyak, sebuah penelitian justru menyebut bahaya kurang garam. Seorang pakar menyebutnya sebagai 'bad science'.
![]() |
| KONTROVERSI Penelitian Kurang Garam Bisa Kena STROKE |
"Walaupun data kami menekankan pentingnya mengurangi asupan garam pada orang dengan hipertensi, data kami tidak mendukung untuk mengurangi asupan garam sampai ke level rendah," kata sang peneliti, Dr Andrew Mente dari McMaster University seperti dikutip dari Dailymail, Selasa (24/5/2016).
Dalam penelitian tersebut, Dr Andrew dan timnya menganalisis 130.000 data dari 49 negara. Mereka mengamati hubungan antara asupan garam dengan riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi, yang merupakan salah satu faktor risiko terpenting pada masalah kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung.
Baca juga: Bermula dari Hipertensi, Impotensi Sering Berujung Gagal Ginjal
Meski demikian, sejumlah pakar meragukan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Lancet ini. Ada yang mempertanyakan metode analisisnya, dan bahkan ada pula yang menyebutnya sebagai 'bad science' atau ilmu pengetahuan yang sesat.
"Bukti yang mendukung aksi global untuk sedikit mengurangi konsumsi garam untuk mencegah masalah kardiovaskular sangat kuat dan penelitian seperti ini seharusnya tidak membalik aksi kesehatan masyarakat untuk mengurangi asupan garam secara global," kata Prof Francesco Cappuccio dari World Health Organization Collaborating Centre for Nutrition.
Baca juga: Dampak Hipertensi: Impotensi Lebih Ditakuti Dibanding Risiko Kematian Dini(up/vit) SUMBER
Loading...
