Kenyataan terpahit dan paling menyakitkan dari kesenjangan yang seringkali terjadi adalah faktor status sosial dan uang. Mungkin faktor sara...
Kenyataan terpahit dan paling menyakitkan dari kesenjangan yang seringkali terjadi adalah faktor status sosial dan uang. Mungkin faktor sara berada di urutan berikutnya. Karena kesenjangan sosial kerap terjadi walaupun sama-sama satu ras dan keyakinan.
Dulu Marx dan tokoh lain pernah mengupayakan supremasi prinsip egalitas (persamaan) dengan menghapus heirarki atau kelas sosial. Walaupun akhirnya berujung pada konsep tatanan masyarakat uthopis. Menghapus perbedaan kelas sosial ga mungkin terjadi.
Penyeragaman total manusia pada satu pola fikir pun rasanya mustahil. Karena setiap orang terlahir berbeda. Tapi bukan berarti perbedaan harus menjadi satu-satunya alasan dan jurang pemisah.
Walaupun setiap orang berbeda, toh tetap sama-sama manusia. Nilai-nilai kemanusiaan universal yang seharusnya menjadi prinsip egalitas yang patut dihargai. Bukan persoalan status sosial, politik maupun ekonomi yang berpusat pada perut dan kelamin, kemudian berakhir menjadi limbah dan pelampiasan libido.
(Re-post dari akun FB Rahmat Alfatih)

Dulu Marx dan tokoh lain pernah mengupayakan supremasi prinsip egalitas (persamaan) dengan menghapus heirarki atau kelas sosial. Walaupun akhirnya berujung pada konsep tatanan masyarakat uthopis. Menghapus perbedaan kelas sosial ga mungkin terjadi.
Penyeragaman total manusia pada satu pola fikir pun rasanya mustahil. Karena setiap orang terlahir berbeda. Tapi bukan berarti perbedaan harus menjadi satu-satunya alasan dan jurang pemisah.
Walaupun setiap orang berbeda, toh tetap sama-sama manusia. Nilai-nilai kemanusiaan universal yang seharusnya menjadi prinsip egalitas yang patut dihargai. Bukan persoalan status sosial, politik maupun ekonomi yang berpusat pada perut dan kelamin, kemudian berakhir menjadi limbah dan pelampiasan libido.
(Re-post dari akun FB Rahmat Alfatih)

Loading...