Gerhana matahari terjadi apabila kedudukan bulan terletak di antara bumi dan matahari, dan ia menutup cahaya matahari sampai separuh atau se...
Gerhana matahari terjadi apabila kedudukan bulan terletak di antara bumi dan matahari, dan ia menutup cahaya matahari sampai separuh atau sepenuhnya. Walaupun bulan lebih kecil, bayangan bulan mampu melindungi cahaya matahari sepenuhnya. Ini karena bulan dengan jarak rata-rata dengan bumi 384.400 km lebih dekat dari pada jarak matahari dengan bumi yang berkisar 149.680.000 km.

Sebuah gerhana disebut gerhana total jika saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Saat itu, piringan bulan sama besarnya dengan piringan matahari.Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan(saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya (seperti dalam foto).
Menurut para ilmuwan, gerhana matahari tidak dapat berlangsung lebih dari 7 menit 40 detik. Dan ketika terjadi gerhana, orang dilarang melihat ke arah matahari dengan mata telanjang karena dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan.
Fenomena gerhana adalah fenomena alam yang tidak ada kaitannya dengan mitos apapun. Ini sebagaimana hadist riwayat Muslim dari Abu Mas'ud, Rosulullah bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan kedua ayat itu, Allah memberi rasa takut kepada hamba-hambaNya. Keduanya tidaklah terjadi karena kematian seorang manusia. Karena itu bila kalian melihatnya, sholat dan berdoalah kepada Allah sampai hilang yang menakutkan kalian.
Dalam Al Quran, Allah telah mengisyaratkan terjadinya fenomena gerhana ini dalam surat Al Qiyaamah 7-10:
(7) فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
(8) وَخَسَفَ الْقَمَرُ
(9)وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
(10) يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ
Prof. Dr. Quraisy Shihab dalam tafsir al Misbah menterjemahkan ayat di atas sebagai berikut: "Maka apabila terbelalak mata, dan telah gerhana bulan, dan telah dihimpun matahari dan bulan, berkatalah manusia ketika itu: "kemana tempat berlari?".
Beliau menjelaskan, maka apabila terbelalak mata - semua mata - karena ketakutan, dan telah gerhana yakni hilang sama sekali cahaya bulan, dan telah dihimpun matahari dan bulan...
Sementara ulama memahami penghimpunan matahari dan bulan dalam arti keduanya terbit serta muncul bersama-sama dari arah barat, atau keduanya dihimpun dalam keadaan tidak bercahaya... (tafsir Al Misbaah)
Sedangkan Prof. Dr. Hamka dalam tafsir Al Azhar dengan tegas mengatakan: "Dan telah dikumpulkan matahari dan bulan" (ayat 9). Bila matahari telah berkumpul dengan bulan sebagai yang biasa kita lihat. Ialah jika diantara bumi dan matahari dibatasi cahayanya oleh sebab adanya bulan di tengah-tengah. Pada waktu demikian, GERHANA MATAHARI-lah yang akan kejadian.
Di bahagian bumi yang setentangan dengan lindungan bulan itu gelaplah bumi sama sekali, karena cahaya matahari dihambat buat datang ke bumi oleh bulan (tafsir Al Azhar).
Subhanallah. Re-posting dari Facebook Afifudin Dimyathi Hq-xiv , Pengasuh Ponpes Hidayatul Qur'an - Jombamg

Sebuah gerhana disebut gerhana total jika saat puncak gerhana, piringan matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan bulan. Saat itu, piringan bulan sama besarnya dengan piringan matahari.Gerhana sebagian terjadi apabila piringan Bulan(saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Pada gerhana ini, selalu ada bagian dari piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan. Gerhana cincin terjadi apabila piringan Bulan (saat puncak gerhana) hanya menutup sebagian dari piringan Matahari. Gerhana jenis ini terjadi bila ukuran piringan Bulan lebih kecil dari piringan Matahari. Sehingga ketika piringan Bulan berada di depan piringan Matahari, tidak seluruh piringan Matahari akan tertutup oleh piringan Bulan. Bagian piringan Matahari yang tidak tertutup oleh piringan Bulan, berada di sekeliling piringan Bulan dan terlihat seperti cincin yang bercahaya (seperti dalam foto).
Menurut para ilmuwan, gerhana matahari tidak dapat berlangsung lebih dari 7 menit 40 detik. Dan ketika terjadi gerhana, orang dilarang melihat ke arah matahari dengan mata telanjang karena dapat merusak mata dan menyebabkan kebutaan.
Fenomena gerhana adalah fenomena alam yang tidak ada kaitannya dengan mitos apapun. Ini sebagaimana hadist riwayat Muslim dari Abu Mas'ud, Rosulullah bersabda: Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Dengan kedua ayat itu, Allah memberi rasa takut kepada hamba-hambaNya. Keduanya tidaklah terjadi karena kematian seorang manusia. Karena itu bila kalian melihatnya, sholat dan berdoalah kepada Allah sampai hilang yang menakutkan kalian.
Dalam Al Quran, Allah telah mengisyaratkan terjadinya fenomena gerhana ini dalam surat Al Qiyaamah 7-10:
(7) فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
(8) وَخَسَفَ الْقَمَرُ
(9)وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
(10) يَقُولُ الْإِنسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ
Prof. Dr. Quraisy Shihab dalam tafsir al Misbah menterjemahkan ayat di atas sebagai berikut: "Maka apabila terbelalak mata, dan telah gerhana bulan, dan telah dihimpun matahari dan bulan, berkatalah manusia ketika itu: "kemana tempat berlari?".
Beliau menjelaskan, maka apabila terbelalak mata - semua mata - karena ketakutan, dan telah gerhana yakni hilang sama sekali cahaya bulan, dan telah dihimpun matahari dan bulan...
Sementara ulama memahami penghimpunan matahari dan bulan dalam arti keduanya terbit serta muncul bersama-sama dari arah barat, atau keduanya dihimpun dalam keadaan tidak bercahaya... (tafsir Al Misbaah)
Sedangkan Prof. Dr. Hamka dalam tafsir Al Azhar dengan tegas mengatakan: "Dan telah dikumpulkan matahari dan bulan" (ayat 9). Bila matahari telah berkumpul dengan bulan sebagai yang biasa kita lihat. Ialah jika diantara bumi dan matahari dibatasi cahayanya oleh sebab adanya bulan di tengah-tengah. Pada waktu demikian, GERHANA MATAHARI-lah yang akan kejadian.
Di bahagian bumi yang setentangan dengan lindungan bulan itu gelaplah bumi sama sekali, karena cahaya matahari dihambat buat datang ke bumi oleh bulan (tafsir Al Azhar).
Subhanallah. Re-posting dari Facebook Afifudin Dimyathi Hq-xiv , Pengasuh Ponpes Hidayatul Qur'an - Jombamg
Loading...