Sebulan lebih sudah, saya mengonsumsi oxygen tambahan. Tidak banyak. Hanya 1Kg per minggu. Seukuran tabung tanggung. Harganya Rp.38.500, unt...
Sebulan lebih sudah, saya mengonsumsi oxygen tambahan. Tidak banyak. Hanya 1Kg per minggu. Seukuran tabung tanggung. Harganya Rp.38.500, untuk isi saja.

Jika dihirup terus menerus, oxygen seukuran itu akan habis dalam waktu 4 jam. Jadi nilai ekonomisnya, oxygen yang kita hirup itu Rp.9.625,- per jam. Atau Rp.231.000,- per sehari-semalam.
Dalam hitungan setahun, kita menghirup oxygen seharga Rp.231.000,- x 365 hari = Rp.843.115.000,-. Andai saja usia kita 40 tahun, maka sudah mengonsumsi oxygen seharga Rp.3.372.600.000,- (tiga miliar, tiga ratus tujuh puluh dua juta, enam ratus ribu rupiah) !!!
Pernahkah kita menyadari, oxygen senilai itu selama ini kita dapatkan secara gratis alias cuma-cuma?! Melalui udara, air, mineral, zat nabati, hewani dan lainnya yang kita nikmati atas kemurahan Allah semata?
"Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Semoga Allah Subhanahu wa Taala mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalai dan memasukkan kita ke golongan orang-orang yang selalu bersyukur atas rahmat-Nya. Amin.
Sumber :
Facebook Zaim Abdullah

Jika dihirup terus menerus, oxygen seukuran itu akan habis dalam waktu 4 jam. Jadi nilai ekonomisnya, oxygen yang kita hirup itu Rp.9.625,- per jam. Atau Rp.231.000,- per sehari-semalam.
Dalam hitungan setahun, kita menghirup oxygen seharga Rp.231.000,- x 365 hari = Rp.843.115.000,-. Andai saja usia kita 40 tahun, maka sudah mengonsumsi oxygen seharga Rp.3.372.600.000,- (tiga miliar, tiga ratus tujuh puluh dua juta, enam ratus ribu rupiah) !!!
Pernahkah kita menyadari, oxygen senilai itu selama ini kita dapatkan secara gratis alias cuma-cuma?! Melalui udara, air, mineral, zat nabati, hewani dan lainnya yang kita nikmati atas kemurahan Allah semata?
"Maka, nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"
Semoga Allah Subhanahu wa Taala mengampuni dosa-dosa kita yang telah lalai dan memasukkan kita ke golongan orang-orang yang selalu bersyukur atas rahmat-Nya. Amin.
Sumber :
Facebook Zaim Abdullah
Loading...