merasa disuruh cerita sama facebook saat ini, maka inilah cerita saya: soal LGBT membuat saya jadi LG BT (lagi bete) , arah serta maksud...
merasa disuruh cerita sama facebook saat ini, maka inilah cerita saya:
soal LGBT membuat saya jadi LG BT (lagi bete), arah serta maksud dan tujuannya bagi saya cukup jelas. "Mereka" seperti sedang memainkan pola yang sebenarnya sudah terbaca dan teranalisa dengan jelas oleh para pengamat. para pejuang pelangi ini (walau pelanginya menurut saya malah ga berwarna ya?) membuat polemik agar masyarakat pada akar rumput ikutikutan berkomentar sehingga tetap hangat, hingga meledak dan menuai kecaman. dengan bisingnya komentar pro dan kontra maka dalam soal promosi brand, LGBT telah berhasil jadi pembicaraan dan memiliki rating yang tinggi. dan inilah sebuah keberhasilan bagi "mereka".
Kebisingan yang terjadi, akan membuat sebagian orangorang yang jengah dengan hirukpikuk perdebatan antar kusir semakin jengah. dan sudah samasama kita ketahui, maka apatis dan masa bodo adalah pilihan bagi mereka ini. sebuah keberhasilan kedua bagi "mereka".
sebuah pola marketing yang cukup lihai telah "mereka" mainkan. berhasil karena menuai pro dan kontra hingga hujatan bahkan mungkin akan ada tindakan anarkis kepada "mereka". dan jika ini terjadi, maka "mereka" akan semakin merasa menjadi korban intimidasi, merasa negara telah melakukan kejahatan kepada "mereka", ada kejahatan HAM terhadap "mereka" dan seterusnya dan seterusnya. maka jika poin anarkisme ini berlanjut, Pengurus Pusat gerakan pelangi ini akan mempunyai alasan untuk membuat simsalabim opini dunia internasional. ketika opini internasional dengan bumbu pelanggaran HAM ini mulai dimainkan, maka Indonesia mulai mendapat tekanan, dan ketika tekanan meninggi maka akan banyak kemungkinan yang terjadi. kemungkinankemungkinan kepentingan ekonomi, politik hingga citra Indonesia di mata dunia akan membuat perjuangan "mereka" tinggal selangkah lagi.
sungguh sial ya?
pola marketing selanjutnya adalah, ditengah kebisingan dan anarkisme yang terjadi, maka akan ada kelompok kedua yang menjadi sasaran mereka; seperti yang sudah singgung di atas komentar ini. adalah kelompok apatis yang sudah jenuh dan muak dengan segala gunjangganjing ga jelas di sosial media. kelompok ini akan semakin masa bodo, tutup mata dan peduli setan. dan sialnya, justru mereka ini sesungguhnya juga menjadi sasaran tembak kelompok pelangi ini. semakin masa bodo, semakin apatis dan semakin peduli setannya kelompok ini akan semakin melanggengkan "perjuangan" kelompok pelangi ini.
dua skenario marketing inilah yang akan dimainkan oleh mereka, sunggguh sial.
lalu dimana posisi saya? dimana posisi anda?
maka sebagai manusia yang juga punya Hak Asasi, saya akan menggunakan Hak saya menolak LGBT tidak dengan alasan kesehatan, agama, politik atau bahkan ekonomi. juga cara penolakan saya tidak dengan ikutikutan dalam lingkaran setan debat para kusir atau berada dalam barisan kelompok apatis. atau saya tidak juga bertindak anarkis. bentuk penolakan saya hanya cukup dengan bercerita pada dinding facebook ini.
dan alasan paling asasi dari penolakan saya adalah bahwa LGBT merenggut Hak Asasi saya sebagai Manusia untuk tetap memiliki keturunan dan meneruskan peradaban manusia ini dengan mempunyai istri tentunya wanita; bukan bergender sejenis saya, kemudian kami akan mempunyai anak, anak kami akan bertemu jodohnya, kemudian kami mempunyai cucu dan cucu kami akan bertemu jodohnya, kemudian mereka melahirkan anak dan kami mempunyai cicit dan seterus dan seterusnya. maka populasi kita sebagai ras manusia tetap terjaga, tetap pada fitrah penciptaannya. Sungguh Hak yang paling asasi paling fitrah dari manusia adalah berketurunan dan menjaga agar ras kita tidak punah.
dan terakhir, jika apa yang "mereka" sebut dengan perjuangan ini berhasil, tidaklah menjadi mustahil bahwa saya yang menolak LGBT akan menjadi minoritas. Dan "mereka" telah merebut Hak Asasi Manusia saya.
sekian.
Penulis :
https://www.facebook.com/ipoenk.d.ipoenk ( CEO www.republiksablon.com )

soal LGBT membuat saya jadi LG BT (lagi bete), arah serta maksud dan tujuannya bagi saya cukup jelas. "Mereka" seperti sedang memainkan pola yang sebenarnya sudah terbaca dan teranalisa dengan jelas oleh para pengamat. para pejuang pelangi ini (walau pelanginya menurut saya malah ga berwarna ya?) membuat polemik agar masyarakat pada akar rumput ikutikutan berkomentar sehingga tetap hangat, hingga meledak dan menuai kecaman. dengan bisingnya komentar pro dan kontra maka dalam soal promosi brand, LGBT telah berhasil jadi pembicaraan dan memiliki rating yang tinggi. dan inilah sebuah keberhasilan bagi "mereka".
Kebisingan yang terjadi, akan membuat sebagian orangorang yang jengah dengan hirukpikuk perdebatan antar kusir semakin jengah. dan sudah samasama kita ketahui, maka apatis dan masa bodo adalah pilihan bagi mereka ini. sebuah keberhasilan kedua bagi "mereka".
sebuah pola marketing yang cukup lihai telah "mereka" mainkan. berhasil karena menuai pro dan kontra hingga hujatan bahkan mungkin akan ada tindakan anarkis kepada "mereka". dan jika ini terjadi, maka "mereka" akan semakin merasa menjadi korban intimidasi, merasa negara telah melakukan kejahatan kepada "mereka", ada kejahatan HAM terhadap "mereka" dan seterusnya dan seterusnya. maka jika poin anarkisme ini berlanjut, Pengurus Pusat gerakan pelangi ini akan mempunyai alasan untuk membuat simsalabim opini dunia internasional. ketika opini internasional dengan bumbu pelanggaran HAM ini mulai dimainkan, maka Indonesia mulai mendapat tekanan, dan ketika tekanan meninggi maka akan banyak kemungkinan yang terjadi. kemungkinankemungkinan kepentingan ekonomi, politik hingga citra Indonesia di mata dunia akan membuat perjuangan "mereka" tinggal selangkah lagi.
sungguh sial ya?
pola marketing selanjutnya adalah, ditengah kebisingan dan anarkisme yang terjadi, maka akan ada kelompok kedua yang menjadi sasaran mereka; seperti yang sudah singgung di atas komentar ini. adalah kelompok apatis yang sudah jenuh dan muak dengan segala gunjangganjing ga jelas di sosial media. kelompok ini akan semakin masa bodo, tutup mata dan peduli setan. dan sialnya, justru mereka ini sesungguhnya juga menjadi sasaran tembak kelompok pelangi ini. semakin masa bodo, semakin apatis dan semakin peduli setannya kelompok ini akan semakin melanggengkan "perjuangan" kelompok pelangi ini.
dua skenario marketing inilah yang akan dimainkan oleh mereka, sunggguh sial.
lalu dimana posisi saya? dimana posisi anda?
maka sebagai manusia yang juga punya Hak Asasi, saya akan menggunakan Hak saya menolak LGBT tidak dengan alasan kesehatan, agama, politik atau bahkan ekonomi. juga cara penolakan saya tidak dengan ikutikutan dalam lingkaran setan debat para kusir atau berada dalam barisan kelompok apatis. atau saya tidak juga bertindak anarkis. bentuk penolakan saya hanya cukup dengan bercerita pada dinding facebook ini.
dan alasan paling asasi dari penolakan saya adalah bahwa LGBT merenggut Hak Asasi saya sebagai Manusia untuk tetap memiliki keturunan dan meneruskan peradaban manusia ini dengan mempunyai istri tentunya wanita; bukan bergender sejenis saya, kemudian kami akan mempunyai anak, anak kami akan bertemu jodohnya, kemudian kami mempunyai cucu dan cucu kami akan bertemu jodohnya, kemudian mereka melahirkan anak dan kami mempunyai cicit dan seterus dan seterusnya. maka populasi kita sebagai ras manusia tetap terjaga, tetap pada fitrah penciptaannya. Sungguh Hak yang paling asasi paling fitrah dari manusia adalah berketurunan dan menjaga agar ras kita tidak punah.
dan terakhir, jika apa yang "mereka" sebut dengan perjuangan ini berhasil, tidaklah menjadi mustahil bahwa saya yang menolak LGBT akan menjadi minoritas. Dan "mereka" telah merebut Hak Asasi Manusia saya.
sekian.
Penulis :
https://www.facebook.com/ipoenk.d.ipoenk ( CEO www.republiksablon.com )

Loading...