Gus Dur dituduh murtad, Cak Nur dibilang kafir laknat, Quraish Shihab dikatakan sesat, Buya Syafi'i Maarif dihujat, bahkan Kyai sealim d...
Gus Dur dituduh murtad, Cak Nur dibilang kafir laknat, Quraish Shihab dikatakan sesat, Buya Syafi'i Maarif dihujat, bahkan Kyai sealim dan sehalus Gus Mus Ahmad Mustofa Bisri dikatakan "Ndasmu", apakah umat dan rakyat negri ini benar benar sedang sakit?
Alim ulama yang selalu halus tutur katanya, hidup sangat sederhana dan memiliki banyak karya, hanya karena berbeda pandangan politik karena mereka jernih tak bisa dibeli dengan seenaknya dikatakan sesat, kafir, laknat, oleh orang yang bahkan mengucap salam saja masih belepotan.
Sedang mereka yang hanya bermodal wajah mirip timur tengah, pakai daster warna putih, krim wak doyok untuk memanjangkan jenggot, sedikit maskara untuk menghitamkan jidat, hobi teriak bakar bunuh laknat terkutuk dan berbagai umpatan lainnya hingga lehernya akan putus malah dipuja dan setiap apa yang keluar dari mulut kotornya dianggap sebagai fatwa bahkan sabda yang harus dipatuhi keberadaannya.
Sepertinya umat di negara ini sedang sakit parah, tak bisa lagi menggunakan hati nuraninya untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Pernahkah Rasulullah berkata kasar dan menunjukan amarah bahkan kepada musuhnya? Atau Rasulullah yang meski kaya raya itu hidup bergelimang harta dan memamerkan kekayaannya? Bahkan untuk baju saja rasul itu sampai menjahitnya sendiri karena sobek sana sini. Ulama yang mengaku umat rasul tapi hidup bergelimang harta dan selalu menunjukan amarahnya kok malah banyak yang mengikuti.
Begitulah ketika Agama dijadikan lipstik dan keset politik, yang halal jadi haram yang haram jadi mubah yang makruh jadi toyib yang najis jadi suci yang batil jadi haq semua bebas ditafsirkan dan dilakukan asal menghasilkan dan menguntungkan dalam memperoleh kedudukan.
Ya Allah, ampuni seluruh perilaku umatmu di bumi nusantara ini.
Re-post dari FB https://www.facebook.com/ragil.s.raharjo

Alim ulama yang selalu halus tutur katanya, hidup sangat sederhana dan memiliki banyak karya, hanya karena berbeda pandangan politik karena mereka jernih tak bisa dibeli dengan seenaknya dikatakan sesat, kafir, laknat, oleh orang yang bahkan mengucap salam saja masih belepotan.
Sedang mereka yang hanya bermodal wajah mirip timur tengah, pakai daster warna putih, krim wak doyok untuk memanjangkan jenggot, sedikit maskara untuk menghitamkan jidat, hobi teriak bakar bunuh laknat terkutuk dan berbagai umpatan lainnya hingga lehernya akan putus malah dipuja dan setiap apa yang keluar dari mulut kotornya dianggap sebagai fatwa bahkan sabda yang harus dipatuhi keberadaannya.
Sepertinya umat di negara ini sedang sakit parah, tak bisa lagi menggunakan hati nuraninya untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Pernahkah Rasulullah berkata kasar dan menunjukan amarah bahkan kepada musuhnya? Atau Rasulullah yang meski kaya raya itu hidup bergelimang harta dan memamerkan kekayaannya? Bahkan untuk baju saja rasul itu sampai menjahitnya sendiri karena sobek sana sini. Ulama yang mengaku umat rasul tapi hidup bergelimang harta dan selalu menunjukan amarahnya kok malah banyak yang mengikuti.
Begitulah ketika Agama dijadikan lipstik dan keset politik, yang halal jadi haram yang haram jadi mubah yang makruh jadi toyib yang najis jadi suci yang batil jadi haq semua bebas ditafsirkan dan dilakukan asal menghasilkan dan menguntungkan dalam memperoleh kedudukan.
Ya Allah, ampuni seluruh perilaku umatmu di bumi nusantara ini.
Re-post dari FB https://www.facebook.com/ragil.s.raharjo

Loading...